Rusia Lihat Pesawat Koalisi Internasional di Atas Kamp Tentara Suriah

“Pihak yang bertanggung jawab atas serangan udara kepada pasukan Suriah akan segera diketahui,” kata Konshenkov.

Rusia melihat empat pesawat tempur milik koalisi Internasional terbang di atas kamp pasukan tentara Suriah yang terkena serangan rudal pada Senin, (7/12). Demikian hal ini dilaporkan TASS, mengutip pernyataan perwakilan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov.

“Jika mereka tidak terlibat dalam serangan ini, lalu mengapa Pentagon yang berperan sebagai pemimpin koalisi anti-ISIS mengabaikan kehadiran pesawat sekutu-sekutunya di wilayah Deir ez-Zor pada tanggal 6 Desember? Bukankah semua informasi mengenai tujuan ISIS di Suriah diterima oleh pasukan koalisi internasional melalui Pentagon?” kata Konashenkov.

Menurut Konashenkov, pihak yang bertanggung jawab atas serangan udara kepada pasukan Suriah akan segera diketahui. “Pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini akan diketahui sesaat ketika otoritas Suriah memublikasikan hasil penyelidikan insiden ini serta jenis amunisi yang diluncurkan,” kata Konashenkov.

Menurut data dari Staf Umum Suriah yang disampaikan oleh wakil Kementerian Pertahanan, serangan diluncurkan ke kamp Brigade 168, Divisi Ketujuh pasukan Pemerintah Suriah yang berlokasi sekitar dua kilometer di sebelah barat Provinsi Deir ez-Zor. Insiden ini menewaskan empat orang tentara Suriah dan sebanyak 13 orang lainnya luka-luka.

Setelah insiden tersebut, Damaskus mengabarkan bahwa pengeboman dilakukan oleh koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Suriah mengajukan banding ke PBB dan meminta PBB untuk meninjau tindakan koalisi tersebut.

Di sisi lain, Washington menuding bahwa serangan terhadap kamp tentara Pemerintah Suriah dilakukan oleh militer Rusia, namun Moskow menolak tuduhan tersebut.

Koalisi Internasional

Menguatnya pengaruh ISIS di Suriah menjadi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Bersama dengan Monarki Teluk, Barat menyadari kebutuhan atas penciptaan sebuah koalisi internasional untuk melawan kelompok teroris ini.

Koalisi ini dibentuk atas inisiatif Amerika Serikat pada KTT NATO yang diselenggarakan pada 4 hingga 5 September 2014 lalu di Wales, Inggris. Saat ini, upaya untuk memerangi ISIS didukung oleh sekitar 60 negara. Di sisi lain, Rusia, Suriah, dan Iran bukanlah anggota asosiasi internasional tersebut.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.