Akibat Salah Desain, Satelit Rusia Terbakar di Atmosfer

Menurut sang narasumber, satelit militer Kanopus-ST yang terbakar di atmosfer beberapa hari setelah peluncurannya ke orbit tak memiliki sistem cadangan untuk membuka kunci dari roket Volga.

Satelit militer Rusia Kanopus-ST yang terbakar di atmosfer beberapa hari setelah peluncurannya ke orbit tak memiliki sistem cadangan untuk membuka kunci dari upper stage Volga, demikian disampaikan narasumber dari industri roket dan antariksa Rusia pada TASS, Rabu (9/12).

Pengangkut roket Soyuz-2.1v dengan dua satelit militer diluncurkan dari kosmodrom Plesetsk di Rusia utara, Sabtu (5/12).

Layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pesawat antariksa tersebut sukses ditempatkan di orbit target. Namun, esok harinya, sejumlah media melaporkan bahwa peluncuran tersebut gagal - satu satelit tak berhasil memisahkan diri dari upper stage Volga. Seorang narasumber dari markas Pasukan Antariksa Rusia menyampaikan pada TASS bahwa dugaan mengenai penyebab kegagalan tersebut telah disimpulkan: satu dari empat kunci yang menahan satelit Kanopus ST gagal terbuka dan pengendali dari darat tak bisa mengontak pesawat serta mengirim perintah pemisahan kembali.

Satelit tersebut terbakar di lapisan atmosfer bumi pada Selasa (8/12).

Peluncuran satelit Kanopus-ini ST merupakan yang kedua kalinya bagi pengangkut roket Soyuz-2.1v yang uji desainnya dilakukan di Plesetsk.

Soyuz-2.1v pertama kali diluncurkan pada Desember 2013.

Rusia menghabiskan waktu 15 tahun mengembangkan satelit Kanopus-ST, sepuluh tahun di antaranya dihabiskan untuk mempersiapkan perangkat di dalam satelit.

Peluncuran Satelit Militer Ditunda

Peluncuran roket Proton-M yang membawa satelit militer dari kosmodrom Baikonur di Kazakhstan, yang dijadwalkan dilakukan pada Kamis (10/12), ditunda hingga Minggu (13/12) untuk pengecekan tambahan sistem pemisahan satelit dari roketnya, demikian disampaikan narasumber dari industri roket.

"Keputusan penundaan dilakukan di Moskow. Tak ada masalah teknis. Roket telah dibawa ke landasan peluncuran. Penundaan tersebut dilakukan agar satelit dan roket bisa dicek ulang, menyusul insiden yang menimpa satelit militer sebelumnya," terang sang narasumber.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Luar Angkasa >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More