Turki akan Balas Sanksi Rusia Jika Diperlukan

Turki tengah mengembangkan rencana darurat untuk menanggapi sanksi Rusia.

Turki tengah mengembangkan rencana darurat untuk menanggapi sanksi Rusia. Demikian hal tersebut diungkapkan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu dalam pidatonya di Parlemen, Selasa (8/12).

“Kami percaya embargo yang diberlakukan oleh Rusia bersifat kontraversial, ketika — pada waktu bersamaan — sanksi (langkah) yang sama sedang diberlakukan terhadap Rusia. Kami siap untuk membahas berbagai topik dengan Rusia, tapi kami tidak bisa menoleransi jika kami mulai didikte. Kami bukan negara yang membahayakan. Turki kini tengah mengembangkan rencana alternatif. Semua ada solusinya. Kami siap menghadapi situasi apa pun,” kata sang perdana menteri.

“Turki tengah mengembangkan respons atas sanksi tersebut. Jika perlu, kami akan melakukan langkah balasan. Namun, saya berharap hal itu tidak perlu,” kata Davutoglu.

Menurut Davutoglu, Pemerintah Turki akan mengambil tindakan pada sektor-sektor ekonomi yang terkena dampak sanksi. “Kami tidak akan melepaskan ekspor kami, kami akan mengembangkan semua langkah kompensasi. Namun, kami berharap bahwa kami tidak harus mengambil langkah tersebut, dan ketegangan akan segera berkurang,” katanya.

“Untuk mengimbangi ketergantungan terhadap Rusia dalam sektor energi, kami sudah mengambil langkah-langkah tertentu. Kami telah mengambil langkah yang yang dianggap perlu untuk mengopensasi kerugian di bidang pertanian kami akibat sanksi yang tidak adil dan tidak sah. Di samping itu, kami juga akan memberikan semua dukungan yang dibutuhkan pada sektor pariwisata,” kata Davutoglu.

Tak Ingin Ambil Tindakan

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmush mengatakan bahwa pemerintah telah membahas dan mengembangkan rencana tindakan sehubungan dengan sanksi yang diumumkan oleh Rusia. Ia juga mengklaim bahwa Ankara tidak ingin mengambil tindakan untuk menanggapi sanksi Moskow.

Kurtulmush menambahkan bahwa Turki akan menemukan jalan keluar untuk tetap mengekspor produk mereka.

Pertama kali dipublikasikan di TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.