Pasukan Udara Koalisi Barat Keliru Serang Kamp Pasukan Pemerintah Suriah

Serangan ini menewaskan empat orang tentara Suriah, dan sebanyak 13 orang lainnya luka-luka.

Pesawat Angkatan Udara koalisi Barat keliru menyerang kamp pasukan pemerintah Suriah. Seperti yang dilansir oleh agen berita Prancis, Agence France-Presse (AFP), insiden ini menewaskan empat tentara Suriah dan sebanyak 13 orang lainnya luka-luka.

Menurut AFP, pasukan koalisi internasional yang dipimpin oleh AS menyerang kamp pasukan tentara pemerintah Suriah di sebelah barat Provinsi Deir ez-Zor yang berlokasi sekitar dua kilometer dari wilayah yang dikuasai oleh ISIS.

Seperti yang disampaikan oleh AFP, serangan ini merupakan serangan pertama dari koalisi yang dipimpin AS terhadap pasukan pemerintah Suriah yang memulai kampanye melawan ISIS di Suriah sejak September 2014.

Pihak berwenang Suriah secara resmi belum mengonfirmasi ataupun membantah informasi mengenai insiden tersebut.

Mengenai Koalisi Internasional

Menguatnya pengaruh ISIS di Suriah menjadi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Bersama dengan Monarki Teluk, Barat menyadari kebutuhan atas penciptaan sebuah koalisi internasional untuk melawan kelompok teroris ini.

Koalisi ini dibentuk atas inisiatif Amerika Serikat pada KTT NATO yang diselenggarakan pada 4 hingga 5 September 2014 di Wales, Inggris. Saat ini, upaya untuk memerangi ISIS didukung oleh sekitar 60 negara. Di sisi lain, Rusia, Suriah, dan Iran bukanlah anggota asosiasi internasional tersebut.

Operasi Angkatan Udara Rusia di Suriah

Angkatan Udara Rusia melancarkan operasi terhadap kelompok militan ISIS dan Jabhat al-Nusra di Suriah sejak tanggal 30 September atas permintaan dari Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sejak dimulainya operasi pada awal Oktober, pasukan udara Rusia yang mencakup lebih dari 50 unit operasi penerbangan dan turut melibatkan kapal Angkatan Laut Rusia, telah menghantam teroris dengan rudal jelajah dari Laut Kaspia.

Sejak dimulainya operasi, AU Rusia telah menghancurkan lebih dari dua ribu objek teroris. Rusia dikabarkan tidak akan terlibat dalam operasi darat.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.