Putin: Hanya Allah yang Tahu Mengapa Turki Menembak Su-24

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Pidato Kepresidenan di hadapan Dewan Federasi Rusia, di Aula Santo George, Kremlin, Kamis (3/12).

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Pidato Kepresidenan di hadapan Dewan Federasi Rusia, di Aula Santo George, Kremlin, Kamis (3/12).

Ramil Sitdikov/RIA Novosti
Kami tidak akan melupakan aksi yang membantu terorisme ini.

Rusia tahu siapa pejabat Turki yang mendapat keuntungan dari transaksi perdagangan minyak dengan ISIS dan merekrut militan, demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Pidato Kepresidenan di hadapan Dewan Federasi Rusia, di Aula Santo George, Kremlin, Kamis (3/12).

Putin menegaskan, Rusia tak akan melupakan aksi Turki yang berpihak pada teroris.

"Kami selalu mengangap pengkhianatan adalah tindakan yang paling memalukan. Mereka yang menikam kami dari belakang, menembak pilot Rusia tanpa peringatan, harus tahu hal ini," ujar Putin.

Menurut sang presiden, semua masalah bisa saja diselesaikan dengan cara yang lebih baik.

"Rusia bersedia bekerja sama dan berpihak pada Turki dalam isu yang sangat sensitif bagi mereka, ketika sekutu Turki sendiri tak siap melakukannya. Hanya Allah yang tahu mengapa mereka menembak pesawat kami," tutup Putin.

Pesawat tempur AU Turki F-16 menembak jatuh pesawat pengebom Rusia Sukhoi Su-24M, Selasa (24/11), karena dituduh melanggar ruang udara Turki. Kru pesawat berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar, namun salah satu dari dua pilot tewas akibat tembakan dari darat. Pilot kedua berhasil diselamatkan setelah dilakukan operasi SAR selama 12 jam. Dalam proses evakuasi kru Su-24M, sebuah helikopter Mi-8 hilang dan seorang marinir kontrak terbunuh.

Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa Su-24M saat itu masih berada di wilayah Suriah dan tak melanggar ruang udara Turki.

Untuk melindungi pesawat Rusia di Suriah, sistem pertahanan udara canggih S-400, yang memiliki jangkauan 400 kilometer, ditempatkan di markas Hmeimim. Selain itu, rudal jelajah Rusia Moskva yang dilengkapi dengan sistem pertahanan udara Fort (versi laut S-300) telah mencapai pesisir Suriah.

Infografis: Sistem Pertahanan Rudal Rusia

Menteri Pertahanan Rusia mengingatkan bahwa pesawat serang Rusia akan didampingi oleh pesawat tempur saat melakukan serangan dadakan, yang akan menghancurkan semua target potensial yang berbahaya.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengingatkan bahwa serangan Turki akan menciptakan 'konsekuensi serius' bagi hubungan Rusia-Turki.

Pasukan Dirgantara Rusia mulai melancarkan serangan pada fasilitas teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra di Suriah sejak akhir September lalu atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.