Kemenhan Rusia: Pemimpin Turki Terlibat dengan Penjualan Minyak Ilegal

Kementerian Pertahanan Rusia telah mengidentifikasi tiga rute utama pengiriman minyak dari Suriah dan Irak ke wilayah Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan terlibat dalam penambangan dan pengangkutan minyak ilegal dari Suriah dan Irak ke Turki. Demikian hal ini dinyatakan oleh Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov.

Tiga Rute Teridentifikasi

“Konsumen utama minyak curian asal Suriah dan Irak adalah Turki. Berdasarkan data, bisnis ilegal ini secara langsung melibatkan pimpinan politik tertinggi negara, yaitu Presiden Erdoğan dan keluarganya. Kami telah berulang kali mengingatkan bahaya bermain-main dengan teroris,” kata sang wakil menteri.

“Di wilayah tersebut terdapat kelompok teroris dan kelompok elit Turki yang mencuri minyak dari negara tetangga. Minyak ini dikirim dalam jumlah besar, dalam skala industri. Minyak ini dikirim masuk ke wilayah Turki melalui pipa minyak yang berasal dari ribuan truk” kata Antonov.

Kementerian Pertahanan Rusia telah mengidentifikasi tiga rute utama pengiriman minyak dari Suriah dan Irak ke wilayah Turki, demikian Kepala Operasi Utama Direktorat Staf Umum Sergey Rudskoy mengabarkan.

“Tiga rute utama transportasi minyak ke Turki yang berada di bawah kendali kelompok militan ISIS telah teridentifikasi di wilayah Suriah dan Irak,” kata Rudskoy.

Barat, Utara, dan Timur

Rute Barat, menurut Rudskoy, tiba melalui pelabuhan Turki di pantai Mediterania. Rute Utara dikirim untuk kilang minyak Batman di Turki, sedangkan rute Timur dikirim untuk pengapalan utama di desa Cizre.

“Di rute Barat, hidrokarbon diproduksi di ladang minyak di dekat kota Raqqa yang kemudian diangkut dengan kendaraan menuju barat laut Suriah, biasanya pada malam hari. Selanjutnya, melalui kota-kota perbatasan Azaz (Suriah) dan Reyhanli (Turki) menuju pelabuhan Turki Dortyol dan Iskenderun,” kata Rusdkoy menunjukkan gambar satelit yang diambil di daerah Azaz pada 13 November.

“Sebagian minyak diangkut menggunakan kapal untuk kemudian diolah di luar Turki, sebagian lainnya dijual di pasar domestik. Setiap harinya, pelabuhan-pelabuhan ini setidaknya mengirimkan satu kapal tanker minyak,” kata Rusdkoy. Ia mengatakan, pada 25 November, citra satelit pelabuhan Dortyol dan Iskanderun menunjukkan deretan truk pengiriman bahan bakar yang sedang mengantre.

Rute selanjutnya yang dipaparkan oleh Rudskoy, mengarah ke Turki dari wilayah ladang minyak yang terletak di tepi kanan sungai Efrat. Salah satu pusat utama produksi dan pengolahan minyak yang berada di bawah kendali ISIS adalah desa Deir ez-Zor.

“Di sini terletak sejumlah besar kilang minyak, salah satunya yang bisa Anda lihat di layar,” kata Rudksoy menampilkan gambar-gambar terkait pada sesi pengarahan. “Di daerah-daerah ini, secara terus-menerus tampak deretan truk pengiriman bahan bakar yang mengantre. Kemudian ada pula gambar yang memperlihatkan konvoi truk yang saling berjauhan satu sama lain.”

Rute ketiga transportasi minyak ke Turki mengarah dari ladang minyak yang terletak di timur laut Suriah, dan di bagian barat laut Irak, melalui kota-kota perbatasan Kara-Chokh, Cham-Khanik di wilayah Suriah, serta Tavan dan Zakho di Irak.

“Gambar-gambar tersebut menampilkan deretan truk bahan bakar dan sejumlah kendaraan berat di daerah permukiman warga. Pada 28 November, di wilayah Kara-Chokh pada stasiun pompa ditemukan 50 unit truk bahan bakar,” kata Rudskoy menampilkan gambar pada layar.

Menurutnya, pengambilan gambar ini dilakukan pada 14 November di daerah pemukiman Irak Tavan dan Zakho yang kemudian mendeteksi lebih dari 1.100 truk bahan bakar dan truk berat.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.