Pejabat Rusia: Apakah NATO dan Turki Siapkan Provokasi Bersama?

Duta besar Rusia untuk NATO Alexander Grushko sebelumnya menyatakan bahwa NATO menyediakan 'dukungan politik' untuk Ankara terkait penembakan pesawat Rusia sehingga aliansi tersebut juga bertanggung jawab atas itu.

Dukungan NATO terhadap Turki terkait penembakan pesawat tempur Rusia yang terbang di ruang udara Suriah menunjukkan provokasi gabungan, demikian disampaikan Kepala Komite Keamanan dan Anti-korupsi Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Irina Yarovaya pada reporter, Selasa (1/12).

"NATO kerap menerapkan standar ganda sejak lama, ini tak mengejutkan lagi," kata Yarovaya. "Namun apakah dukungan sekutu terhadap Ankara terkait penembakan pesawat Su-24 berarti NATO mendukung aksi Turki dan mungkin telah mempersiapkan provokasi tersebut bersama-sama?" tuturnya. "Itu hanya pertanyaan retoris," lanjut Yarovaya.

Isu lain yang belum terselesaikan apakah aksi tersebut berkaitan dengan pasokan minyak dari ISIS untuk Turki.

"Bagaimanapun, terkait pesawat kami, pilihan target sungguh salah perhitungan. Rusia tak akan menomorduakan keamanan nasionalnya untuk apapun," tuturnya. "Baik pihak yang meluncurkan tembakan dan berbisnis dengan teroris maupun mereka yang menutupi aksi kriminal internasional harus menyadari hal ini," lanjut Yarovaya.

"Keputusan presiden Rusia untuk mengambil langkah keamanan tambahan memang sesuai dan dibutuhkan, dan didukung oleh masyarakat kami," terang sang pejabat. "Konsolidasi dalam masyarakat kami berarti kami mendukung angkatan bersenjata Rusia untuk memerangi terorisme."

Duta besar Rusia untuk NATO Alexander Grushko sebelumnya menyatakan bahwa NATO menyediakan 'dukungan politik' untuk Ankara terkait penembakan pesawat Rusia sehingga aliansi tersebut juga bertanggung jawab atas itu.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Tragedi Su-24 >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More