Pakar Militer: Serangan Terhadap Pesawat Su-24 Rusia Bukan Kecelakaan

"Satu hal yang jelas — serangan ini bukan kecelakaan," kata Tsalko.

Pesawat pengebom garis depan Rusia Sukhoi Su-24 yang merupakan anggota pasukan operasi udara Rusia melawan ISIS di Suriah tak merusak infrastruktur darat Turki dan tak bermaksud melakukan hal itu, jadi serangan terhadap pesawat tersebut jelas bertujuan untuk pamer otot, kata Mayor Jenderal (Purn.) Alexander Tsalko, anggota Dewan Pertahanan dan Luar Negeri non-pemerintah, pada TASS.

Tsalko yang juga merupakan mantan pilot militer, menyatakan Turki jelas-jelas sadar bahwa pasukan udara dan antariksa Rusia fokus menyerang target ISIS di Suriah dan tak akan mengganggu Turki, sekutu ekonomi dan perdagangan Moskow sejak lama.

"Pertanyaan pertama adalah senjata mana yang digunakan untuk menembak pesawat Su-24, misil udara-ke-udara yang diluncurkan dari pesawat tempur Turki atau kompleks pertahanan udara yang berbasis darat. Berbeda dengan perangkat kompleks pertahanan udara yang berbasis darat, layar pesawat tempur tak menunjukkan batas negara dengan jelas. Apakah pilot Turki benar-benar melihat pesawat Rusia melanggar batas ruang udara Turki, atau tidak? Ia seharusnya menerima instruksi yang jelas dari darat," kata Tsalko.

"Saat ini, terlalu dini untuk menilai. Kementerian Pertahanan Rusia kini akan mempelajari data dari radar yang terpasang di kapal Moskva di Laut Mediterania dan radar darat untuk melihat kapan tepatnya serangan terhadap pesawat Sukhoi-24 dilakukan. Satu hal yang jelas serangan ini bukan kecelakaan," kata Tsalko.

Opini kontributor tak merepresentasikan pandangan TASS.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Tragedi Su-24 >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More