Mantan Jenderal AS: Tak Ada Alasan bagi AU Turki untuk Tembak Jatuh Su-24

Mantan Jenderal AS menyebutkan Turki telah membuat kesalahan besar.

Angkatan Udara Turki membuat kesalahan besar dengan menembak jatuh pesawat Su-24 milik Rusia di wilayah perbatasan Suriah. Hal ini semakin jelas, bahkan jika diteliti lebih lanjut melalui foto dan diagram yang ditampilkan Ankara sebagai bukti kebenaran atas tindakan mereka. Demikian pendapat ini diungkapkan oleh mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal Thomas McInerney di saluran TV Fox News, Selasa (24/11).

“Saya pikir Turki telah membuat kesalahan besar dengan menyertai alasan yang buruk,” ujarnya. “Saya sudah melihat radar pelacak. Jika benar pilot Rusia memasuki wilayah udara Turki, maka itu tidak lebih dari 20-40 detik. Menurut perhitungan saya, pesawat itu ditembak jatuh ketika terbang dengan kecepatan 400 – 500 knot (740,8 – 925,9 km/jam). Pesawat berpindah pada sudut 180 derajat yang berarti bahwa pesawat menuju ke wilayah Suriah bagian selatan. Pihak Turki telah salah perhitungan,” ujar Thomas McInerney.

Ia mengatakan bahwa dalam keadaan seperti ini dan dengan tidak adanya manuver serangan, Angkatan Udara AS tidak akan mengambil risiko untuk menembak jatuh pesawat. “Saya dulu bertugas di NORAD (North American Aerospace Defense Command) di Alaska, dan dalam empat tahun kami berhadapan dengan sejumlah besar identifikasi penembusan wilayah udara. Namun, kami tidak pernah melakukan hal seperti ini,” kata McInerney.

“Pesawat tersebut tidak melakukan manuver serangan. Jika diamati dari skema, wajar untuk berbicara tentang pelanggaran pembatasan. Namun, tidak lantas harus ditembak jatuh,” ungkapnya.

Pertama kali dipublikasikan di TASS

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.