AU Amerika Tak Anggap Operasi AU Rusia di Asia-Pasifik Sebagai Ancaman

Peningkatan aktivitas pesawat militer Rusia di wilayah Asia-Pasifik tak dilihat sebagai ancaman bagi AS.

Amerika Serikat mencatat peningkatan aktivitas pesawat militer Rusia di wilayah Asia-Pasifik, tetapi tidak melihat hal tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan negara karena pilot Rusia bertindak secara profesional dan mematuhi standar internasional. Demikian hal tersebut disampaikan Jenderal AU AS Laurie Robinson yang bertanggung jawab atas operasi angkatan udara di Komando Pasifik Angkatan Bersenjata AS pada sebuah pertemuan dengan sekelompok kecil wartawan, Rabu (18/11).

Menjawab pertanyaan dari koresponden TASS, sang jenderal mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pesawat tempur Rusia terlihat lebih sering muncul di atas Samudera Pasifik dengan menggunakan hak atas kebebasan penerbangan di wilayah udara internasional. “Pilot Rusia berperilaku secara profesional dan mematuhi standar serta norma-norma hukum internasional,” ujar Robinson.

Praktik ini, menurut sang jenderal telah ada selama bertahun-tahun. “Rusia telah memodernisasi angkatan bersenjatanya, dan dalam dua tahun terakhir mereka meningkatkan aktivitas penerbangan jarak jauhnya," ujar Robinson. “Rusia memiliki hak atas kebebasan terbang di wilayah udara internasional dan menggunakan kemampuan pesawat militernya untuk terbang di seluruh dunia,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Kesatuan Komando Pertahanan Udara Amerika Utara telah berulang kali mengabarkan bahwa munculnya pesawat militer Rusia di wilayah perbatasan Amerika Serikat dan Kanada tidak menjadi perhatian utama karena Rusia tidak melanggar wilayah udara kedua negara tersebut.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.