Industri Pertahanan Rusia Kembangkan Sistem Kendali Antariksa Terbaru

Sistem tersebut dapat melacak gerakan pesawat di tengah lalu lintas antariksa yang padat.

United Instrument Manufacturing Corporation (UIMC - anak perusahaan Rostec) tengah mengembangkan sistem pemantau antariksa yang dapat melacak gerakan pesawat di tengah lalu lintas padat secara lebih akurat, demikian disampaikan narasumber dari perusahaan tersebut pada TASS, Selasa (17/11). Menurut pihak pengembang, tak ada investasi serius dalam modernisasi radar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem.

Narasumber dari industri pertahanan menyebutkan bahwa ada kebutuhan untuk memantau sejumlah besar pesawat yang datanya sebagian hilang di stasiun radar. Perangkat baru ini dikembangkan di bawah kerangka kerja proyek riset dan pengembangan Rubakha, yang dapat mengatasi kelebihan informasi dan menyediakan gambar yang lebih dapat diandalkan, kata pengembang.

"Keunggulan dari sistem baru ini adalah keunikannya dalam menggabungkan informasi situasi lalu lintas udara. Saat memantau sejumlah besar pesawat, termasuk ketika mereka terbang dalam formasi yang padat, sistem baru ini dapat mengurangi kehilangan data kualitatif, memperbaiki kualitas tampilan dan fungsi sistem radar," kata Igor Bresler, Direktur Jenderal Pengembang Sistem dari Research Institute of Information Technology (NIIIT), seperti dikutip narasumber dari industri pertahanan .

Di sisi lain, pengenalan sistem Rubakha tak membutuhkan perubahan radikal terhadap fasilitas yang ada - sistem tersebut dapat diintegrasikan dengan kompleks pemantauan yang sudah ada. 

Menurut Wakil Direktur Jenderal UIMC Andrey Chendarov, sistem tersebut tak hanya dapat digunakan oleh militer, tapi juga penerbangan sipil.

UIMC didirikan pada Maret 2014 di bawah naungan Rostec sebagai perusahaan khusus yang menyatukan fasilitas riset dan produksi sektor radio dan elektronik Rusia. Saat ini, perusahaan tersebut memasok 60 persen perangkat komunikasi dan kendali bagi Kementerian Pertahanan dan lembaga terkemuka lainnya.

 

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More