PM Rusia: Jatuhnya Pesawat Airbus A321 Kemungkinan Karena Serangan Teroris

Sebelumnya, Kremlin menolak untuk mempercayai spekulasi kemungkinan hal ini.

Versi teroris kini dipandang sebagai penyebab jatuhnya pesawat Airbus A321 di Semenanjung Sinai. Demikian hal tersebut diutarakan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. “Kemungkinan adanya aksi teroris tentu saja bisa sebagai penyebab terjadinya kecelakaan ini,” ujar Medvedev dalam wawancaranya dengan Rossiyskaya Gazeta. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya pesawat masih terus berlanjut.

Sebelumnya, pihak berwenang Rusia menghindari pembicaraan mengenai kemungkinan kecelakaan pesawat sebagai akibat dari aksi teroris. Beberapa hari yang lalu, Sekretaris Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyebut versi serangan teroris sebagai sebuah spekulasi, dan pada hari Selasa (10/11), Menteri Transportasi Rusia Maksim Sokolov mengabarkan mengenai tidak adanya bukti yang kuat bahwa musibah tersebut adalah akibat serangan teroris.

Pada saat yang sama, mengutip seorang anggota komisi penyelidikan bencana, Reuters melaporkan bahwa komite ahli 90 persen yakin pada versi ledakan di badan pesawat. Menurut mereka, terdengar suara di akhir rekaman salah satu kotak hitam.

Mengenai latar belakang informasi yang berkembang mengenai kemungkinan aksi teroris, pihak Airbus mengumumkan bahwa kerusakan teknis bukan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. “Belakangan kami mengetahui bahwa pesawat secara teknis dalam kondisi prima dan bencana ini terjadi bukan karena kerusakan pada mesin pesawat, tapi, tentu saja kita harus menunggu hasil akhir dari penyelidikan,” kata Wakil Presiden Hubungan Pers Airbus Stefan Schaffrath yang dikutip oleh RIA Novosti pada pameran Dubai Airshow 2015, Selasa (10/11).

Pembekuan Penerbangan ke Negara-negara Lain

Dalam sebuah wawancara dengan Rossiyskaya Gazeta, Dmitry Medvedev mengatakan bahwa pemerintah berharap untuk dapat memulangkan warga Rusia yang kini tengah berlibur di Mesir dalam kurun waktu dua minggu. Namun jika diperlukan, hal tersebut bisa jadi ditunda.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin memberlakukan larangan penerbangan maskapai Rusia ke Mesir. Saat ini, beberapa penerbangan akan memulangkan warga Rusia kembali ke Rusia, sedangkan bagasi mereka akan dikirimkan secara terpisah menggunakan pesawat kargo.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.