Pakar Kuwait: Rusia Menjadi Aktor Paling Penting di Timur Tengah

Jurnalis terkemuka Kuwait Ahmad Al-Issa menyebutkan keputusan Emir Kuwait untuk mengunjungi Rusia secara langsung, bukannya mengirim perwakilan pemerintah, membuktikan hal itu.

Rusia telah menjadi aktor paling penting di wilayah Timur Tengah, sementara Kuwait dikenal dengan pendekatan diplomatiknya dalam menyelesaikan krisis dan konflik, demikian disampaikan analis Kuwait sekaligus anggota Majelis Nasional Kuwait (parlemen). 

"Kuwait merupakan monarki Arab pertama di Teluk Persia yang membangun hubungan diplomatik dengan Uni Soviet," kata Kamel al-Harami. Kedutaan dibuka di Moskow dan Kuwait pada 1963. "Kuwait selalu memiliki intuisi diplomatik," tuturnya pada TASS.

Jurnalis terkemuka Kuwait Ahmad Al-Issa menyebutkan keputusan Emir Kuwait untuk mengunjungi Rusia secara langsung, bukannya mengirim perwakilan pemerintah, membuktikan hal itu. "Ini mengonfirmasi bahwa Rusia merupakan pemain penting di wilayah tersebut. Rusia telah membuktikan bahwa mereka dapat ambil bagian dalam meja negosiasi untuk mendiskusikan krisis di wilayah Timur Tengah," tuturnya pada TASS. "Dialog Rusia-Kuwait akan berlangsung dalam situasi ketika Barat harus membuka pintu untuk Iran, krisis Suriah memburuk, dan perang menggerogoti Yaman."

Al-Issa menyebutkan bahwa 'jika Kuwait melihat hubungan dengan Rusia apat menguntungkan, Kuwait akan melanjutkan proses kerja sama'.

"Jika Kuwait atau negara lain di Teluk Persia mengambil satu langkah mendekati Rusia, Rusia akan mengambil dua langkah," tuturnya.

Sang anggota parlemen Kuwait ini juga yakin bahwa pertemuan dua kepala negara itu sangatlah penting. "Kunjungan Emir ke Rusia akan berdampak positif terhadap pengembalikan keseimbangan di wilayah tersebut," tulis surat kabar parlemen Al-Dustour mengutip dua anggota parlemen Madi Al-Hadjri dan Mansur Al-Zafari. "Pertemuan ini akan membantu menyelesaikan sejumlah masalah regional, khususnya terkait krisis Suriah, karena Rusia telah menjadi pemain kunci dalam penyelesaian krisis.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Timur Tengah >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More