Pembangunan PLTN di Indonesia Tunggu Keputusan Joko Widodo

Keputusan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia harus diambil dalam waktu dekat.

Keputusan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia harus diambil dalam waktu dekat. Demikian hal ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Deputi Bidang Teknologi Energi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Taswanda Taryo kepada TASS, (3/11). “Kemungkinan keputusan akan diambil sebelum akhir tahun ini.”

“Keputusan akhir mengenai pengembangan energi nuklir di Indonesia akan diserahkan kepada presiden. Kami telah mengirim surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo dengan melampirkan proposal yang relevan,” ujar Taryo. “Di antara lokasi yang potensial untuk pembangunan PLTN, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, serta Pulau Batam,” ujar Taryo.

Selain itu, Taryo menjelaskan bahwa Perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom tertarik untuk membangun PLTN di Indonesia. Selain itu, ada pula perwakilan dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Prancis yang menunjukkan ketertarikan di bidang serupa. Namun demikian, selama 3 – 4 tahun terakhir, menurut Taryo, BATAN telah mempertahankan hubungan yang baik dengan Rosatom.

Taryo memperkirakan bahwa pada tahun 2025 kebutuhan kapasitas pembangkit listrik akan mencapai 115 gigawatt, sedangkan kapasitas Indonesia saat ini hanya sebesar 52 gigawatt. “Menurut perkiraan, harga untuk listrik yang akan didapat melalui generator nuklir secara signifikan akan lebih rendah dari jumlah yang diperoleh dari sumber energi alternatif, seperti cahaya matahari, PLTA, dan pembangkit listrik tenaga angin,” katanya menambahkan.

Sementara, Kepala Rosatom untuk Asia Tenggara Egor Simonov menyampaikan kepada TASS bahwa perusahaan menghargai ketertarikan mitra Indonesia kepada teknologi Rusia. “Konsorsium dengan partisipasi Rosatom tahun ini berhasil memenangkan tender untuk desain awal sebuah reaktor eksperimental dengan kapasitas 100 megawatt di Indonesia. Kami merasa senang dapat mengambil bagian dalam proyek-proyek tenaga nuklir Indonesia jika sudah diresmikan,” tambah sanga kepala perwakilan.

Pertama kali dipublikasikan di TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.