Rusia Perkuat Posisi di Pasar Senjata Asia

Moskow memiliki kesempatan yang baik untuk memperluas kerja sama dengan Vietnam, Indonesia, Malaysia dan Pakistan.

Akibat serangkaian sanksi sepihak yang dijatuhkan Uni Eropa dan Amerika, Rusia berusaha memotong jalur distribusi utama untuk industri pertahanan dan mencoba memperkuat kehadirannya di pasar senjata di kawasan Asia. Demikian hal ini dikabarkan oleh surat kabar Defense News.

Menurut surat kabar tersebut, kehadiran senjata Rusia secara signifikan sudah dirasakan di kawasan Asia. Menurut informasi dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), lebih dari 60 persen dari senjata Rusia diekspor ke negara-negara Asia dan Oceania. Di antara negara-negara yang termasuk pelanggan paling aktif adalah India dan Tiongkok.

“Rusia memiliki pangsa terbesar di pasar senjata Asia karena (Rusia) menawarkan klien sesuatu yang menarik untuk transaksi dengan dukungan regional,” ujar peneliti dari “Masalah Nonproliferasi” di Pusat Karnegi Moskow Petr Topychkanov. Menurutnya, Moskow memiliki kesempatan yang baik untuk memperluas kerja sama dengan Vietnam, Indonesia, Malaysia dan Pakistan.

Pada saat yang sama, sang analis menyatakan bahwa Rusia tidak memiliki banyak ruang untuk manuver di pasar senjata Asia. Ini dikarenakan sang pembeli utama, yaitu India dan Tiongkok, kini telah memulai pengembangan proyek militer sendiri, sedangkan senjata milik AS masih merupakan pesaing utama Rusia.

Pertama kali dipublikasikan oleh RIA Novosti.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.