Jimmy Carter Tawarkan Peta Posisi Militan ISIS kepada Rusia

Mantan Presiden Amerika Jimmy Carter menyerahkan peta posisi militan ISIS di Suriah pada Rusia.

Mantan Presiden Amerika Jimmy Carter menyerahkan peta posisi militan ISIS di Suriah kepada perwakilan Kedutaan Besar Rusia di Washington, demikian laporan dari The Washington Free Beacon.

Presiden ke-39 Amerika Serikat tersebut mengatakan bahwa ia mengenal Presiden Rusia Vladimir Putin dengan baik karena mereka berdua hobi memancing. Menurut Carter, ketika keduanya bertemu bulan April tahun ini dengan para pemimpin dunia lainnya untuk membahas krisis di Suriah dan Ukraina, Putin memberikan alamat email-nya kepada Carter.

“Pada hari Kamis, saya mengirimkan surat kepada Putin yang menanyakan apakah dia ingin menerima salinan peta milik kami sehingga bisa diterapkan pada serangan terhadap Suriah. Lalu pada hari Jumat, saya menerima telepon dari kedutaan Rusia dan pihak Rusia menyampaikan bahwa mereka bersedia mendapatkan peta tersebut,” ujar Carter dalam pidatonya di Georgia.

Dalam pidatonya yang ditampilkan pada saluran TV NBC News, sang mantan presiden AS menambahkan, “Oleh karena itu, ke depannya, jika Rusia melayangkan serangan udara pada wilayah-wilayah yang salah maka kalian semua akan tahu bahwa itu adalah kesalahan saya, bukan Putin.” Mendengar pernyataan tersebut, spontan para penonton tertawa seraya mengira Carter bercanda.

“Dia sepertinya bercanda. Apalagi, Carter tidak menjelaskan dari mana dia mendapatkan peta tersebut,” demikian disampaikan Lenta.ru.

Menurut beberapa publikasi, sebelumnya Carter telah berulang kali menyatakan dukungan atas tindakan Rusia di Ukraina. Setelah pertemuan dengan Putin pada bulan April, ia mengatakan bahwa penggabungan Krimea ke Rusia tak terelakkan, karena itulah yang diinginkan warga Krimea itu sendiri.

Pemerintahan Obama telah berulang kali menyatakan bahwa AS tidak akan bekerja sama dengan Rusia selama Rusia menyerang oposisi Suriah yang didukung Washington demi membantu Presiden Bashar al-Assad tetap duduk di kursi pemerintahan.

Sejak 30 September, Rusia melaksanakan operasi militer terhadap ISIS di Suriah. Permintaan bantuan militer datang langsung dari pemimpin Suriah Presiden Bashar al-Assad. Arab Saudi, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Turki, dan Qatar yang merupakan koalisi negara-negara yang dipimpin oleh Washington mengutuk tindakan Kremlin tersebut di Suriah.

Jimmy Carter menjabat sebagai presiden AS sejak 1977 hingga 1981. Pada tahun 2002, ia dianugerahi Nobel Perdamaian atas usaha untuk menemukan solusi damai atas konflik internasional serta promosi demokrasi dan hak asasi manusia dan penyebaran pembangunan ekonomi dan sosial dengan bantuan dari Pusat Carter. Selain itu, ia juga terlibat dalam penyelesaian konflik militer antara Israel dan Mesir pada tahun 1978.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh Lenta.ru.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki