Kremlin: Tentara Rusia Tidak Akan Bergabung pada Operasi Darat di Suriah

Kantor berita TASS mewawancarai Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Sergei Ivanov terkait operasi militer Rusia di Suriah.

Mengenai Situasi Dunia

Menurut Ivanov, koalisi internasional yang hadir di Suriah selama lebih dari satu tahun terakhir dalam rangka memerangi terorisme tak kunjung membuahkan hasil. Operasi militer AS di Afghanistan, Irak, Libya, dan Mesir bahkan tidak pernah membawa demokrasi yang sempat dijanjikan.

Sergei Ivanov menyatakan bahwa dunia saat ini sedang berada pada tahap kritis. “Di satu sisi, ada lembaga yang diakui secara universal, seperti Dewan Keamanan PBB, yang tanpanya situasi akan menjadi lebih buruk. Di sisi lain, ada negara-negara terpisah yang menyebut diri mereka sebagai pembawa ‘standar demokrasi’, yang pada kenyataannya telah melanggar hukum internasional. Bagi mereka, hukum tidak tertulis atau lebih tepatnya mereka percaya bahwa siapa yang lebih kuat, dialah yang benar. Hal ini sangat berbahaya. Kita tidak hidup di hutan, tidak ada yang diperbolehkan menghancurkan tatanan dunia.”

Mengenai Suriah

Ketika ditanya mengapa baru kini Rusia memutuskan untuk meluncurkan operasi militer di Suriah, Ivanov menyampaikan, “Situasi di Suriah tidak bisa dibiarkan lagi.”

Menurut Ivanov, Rusia dalam hal ini tidak memiliki ambisi politik luar negeri. “Telah jelas bagi kami, situasi di Suriah tidak dapat terselesaikan hanya dengan cara militer. Pada akhirnya, cepat atau lambat kita harus memulai penyelesaian politik.”

Ivanov mengatakan bahwa keputusan untuk mengirim kelompok udara Rusia dibuat tanpa tergesa-gesa. “Sekarang bukan rahasia bahwa pesawat tempur dan beberapa divisi khusus angkatan bersenjata Federasi Rusia telah dikirim sebelum operasi militer dimulai. Semua orang paham bahwa pengiriman sekian lusin pesawat tidak mungkin disembunyikan, semua dapat diketahui dari luar angkasa.”

Pada pertanyaan apakah Rusia akan menderita kerugian di Suriah, Ivanov mengatakan bahwa segala tindakan memiliki risiko, tetapi Rusia telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

“Tentara kami tidak akan bepartisipasi dalam operasi militer darat, hal ini sudah dinyatakan dan sudah cukup jelas. Pangkalan udara tempat diterbangkannya pesawat Rusia adalah daerah yang sepenuhnya dikendalikan oleh pasukan Pemerintah Suriah,” katanya menjelaskan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.