Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB Jamin Warga Rusia yang Bergabung dengan ISIS Tak Akan Kembali ke Rusia

"Kami akan mengubur mereka di sini. Kami tak akan mengembalikan sampah itu pada kalian. Kami janji," kata Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB Bashar Jaafari pada TASS.

Suriah berjanji warga Rusia yang bergabung dengan kelompok teroris ISIS tak akan kembali ke Rusia, demikian disampaikan Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB Bashar Jaafari pada TASS, Kamis (8/10).

"Kami akan mengubur mereka di sini. Kami tak akan mengembalikan sampah itu pada kalian. Kami janji," kata Jaafari. Menurut sang diplomat, tentara Suriah dengan dukungan aviasi Rusia saat ini tengah membangun pertahanan di sekeliling kota Hama. "Lokasi tepatnya di dekat Idlib," kata Jaafari.

Ia yakin tentara Suriah dapat mempertahankan wilayah mereka, namun hal itu juga tetap bergantung pada seberapa serius pemerintah-pemerintah negara tetangga, termasuk Turki, dalam mencegah infiltrasi ekstremis ke Suriah.

Pada Mei lalu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyebutkan sekitar 25 ribu militan dari seratus negara membela pihak ISIS dan Jabhat al-Nusra. Laporan terakhir komite Anti-Terorisme Dewan Keamanan PBB menyebutkan, etnis Chenchen dari Rusia merupakan salah satu 'komandan senior' di kedua organisasi radikal tersebut.

Pada Rabu (30/9), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Moskow akan melakukan apapun untuk mencegah warga Rusia yang bergabung dengan ISIS kembali ke Rusia.

"Risiko utama situasi ini adalah ribuan militan tersebut akan menciptakan kekacauan di negara asal. Kami ingin menghindari risiko tersebut dan kami yakin kami bisa melakukannya," kata Lavrov. 

Pada Kamis (8/10), militan ISIS dilikuidasi di Grozny. Kepala Chechnya Ramzan Kadyrov menyebutkan mereka mempersiapkan 'serangan teroris besar'. "Menurut Kadyrov, para ekstremis tersebut datang dari Suriah, menjalankan pelatihan di markas ISIS dan telah terlibat dalam sejumlah aksi teroris.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Teroris ISIS >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More