Berhasil Atasi Kesulitan, Kalashnikov Mulai Perakitan Massal Roket Vikhr

Perusahaan Kalashnikov Izhevsk telah mengatasi kesulitan dengan kontrak negara dalam produksi roket kendali Vikhr-1.

Perusahaan Kalashnikov Izhevsk telah mengatasi kesulitan dengan kontrak negara dalam produksi roket kendali Vikhr-1. Dalam waktu dekat, perusahaan tersebut akan memulai perakitan massal. Hal tersebut dilaporkan oleh Direktur Perusahaan Aleksei Krivoruchko kepada wartawan, Rabu (30/9).

 

“Memang pernah ada kesulitan. Ini sehubungan dengan fakta bahwa roket tersebut masih belum pernah diproduksi. Ada masalah dengan substitusi impor, tapi sekarang masalah ini telah diselesaikan. Pengujian telah selesai dan kami akan segera melanjutkan perakitan seri,” ujar Krivocruchko.

 

Direktur perusahaan Kalashnikov menekankan bahwa kontrak Vikhr dari sudut pandang teknis dinilai aman. Ia tidak menyebutkan tanggal pelaksanaan kontrak, ia mencatat bahwa hal itu akan ditentukan bersamaan dengan Kementerian Pertahanan Rusia. “Saat ini telah berjalan penyelesaian dokumen formal,” tegasnya.

 

Sebelumnya, TASS melaporkan bahwa pada musim panas tahun 2013, perusahaan Kalashnikov menyepakati kontrak negara dengan Kementerian Pertahanan Rusia untuk pembuatan dan penyediaan roket Vikhr-1 bernilai sekitar 13 miliar rubel dengan jangka waktu sampai dengan akhir 2015. Ini adalah kontrak terbesar yang menjadi perhatian dalam produksi senjata presisi tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan Maret 2015, Krivoruchko melaporkan bahwa meskipun menghadapi sejumlah kesulitan, perusahaan akan tetap menyelesaikan kontrak tersebut pada tahun ini.

 

Pada bulan Juli 2014, Wakil Menteri Pertahanan Yuri Borisov mengatakan bahwa Kalashnikov mengakui kegagalan permintaan pertahanan negara. “Perusahaan Kalashnikov tidak mengaplikasikan 1.972 peluru kendali. Alasan kegagalan permintaan pertahanan negara ini adalah lemahnya pengerjaan desain dokumentasi. Perusahaan berhutang hingga lebih dari 5,22 miliar rubel,” ujar Borisov. Pada gilirannya, perusahaan menjelaskan keterlambatan dalam pembuatan rudal Vikhr-1 yang terpaksa mengulang proses registrasi dokumen.

 

Vikhr-1 adalah roket kendali yang dikembangkan oleh Biro Desain Instrumen Tula. Roket ini dirancang untuk mengalahkan kendaraan lapis baja dan target udara berkecepatan rendah.

 

Pertama kali dipublikasikan oleh VPK News.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.