Astronom Siberia Lakukan Perjalanan ke Indonesia untuk Amati Korona Matahari

Astronom Siberia akan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk mengamati gerhana matahari total.

Astronom Siberia akan melakukan perjalanan ke Indonesia. Selama gerhana matahari total yang akan terjadi tepat setengah tahun lagi, korona matahari akan dapat diamati. Hal ini diumumkan pada Rabu (9/9) oleh Direktur Planetarium Novosibirsk Sergey Maslikov kepada TASS.


“Fenomena gerhana matahari separuh (pada tanggal 13 September di Antartika) tidak terlalu menarik minat peneliti ilmiah karena fenomena tersebut hanya menutupi sebagian matahari dan bagian mahkotanya yang paling menarik untuk diamati justru tak terlihat dengan jelas. Mahkota tersebut hanya dapat terlihat pada gerhana matahari total yang akan terjadi di Indonesia pada bulan Maret. Rekan-rekan kami akan berangkat dari Irkutsk, dan kami harus memutuskan apakah planetarium Novosibirsk akan bepartisipasi,” jelasnya.

Menurut Kepala Planetarium Irkutsk Dmitry Semenov kepada TASS, rincian perjalanan saat ini belum dipastikan. Namun, acara ini akan dihadiri hingga sepuluh orang. Sang pemimpin ekspedisi, yaitu peneliti senior Institut Surya-Terrestrial Fisika SO RAN (Irkutsk) Sergey Yazev juga akan mengamati gerhana matahari total yang kedelapan kalinya.

“Setiap fenomena gerhana ini bagi saya sangat menarik. Mengamati korona matahari memberikan diagnosis yang lebih lengkap mengenai aktivitas matahari,” ujarnya.

Menurut Yazev, karakteristik umum “mahkota” selalu berubah dari jalurnya selama sebelas tahun siklus aktivitas matahari. Para astronom melakukan pengamatan setidaknya setahun sekali dan setiap kali terlihat, strukturnya tampak bervariasi. Saat ini, pada siklus ke-24 aktivitas matahari tampak sangat unik, pengamatan terbaru menunjukkan bentuk asimetri yang kuat dari belahan utara dan selatan matahari.

Gerhana matahari total akan berlangsung pada tanggal 9 Maret 2016. Fenomena ini dapat diamati di bagian utara dan bagian tengah Samudra Pasifik, serta di Timur.

Pertama kali dipublikasikan di TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.