Medvedev: Rusia dan Mesir Sedang Bekerja Sama di Bidang Penerbangan, Kendaraan Lapis Baja, dan GLONASS

Rusia dan Mesir sedang bekerja sama pada kontrak yang menjanjikan di bidang penerbangan, kendaraan lapis baja, dan sistem navigasi GLONASS. Hal ini disampaikan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dalam wawancaranya dengan surat kabar Mesir Al-Ahram.

"Dengan beberapa alasan, saya tidak bisa bercerita secara rinci selain menyampaikan bahwa saat ini sedang ada pengerjaan kontrak kerja sama yang perspektif, termasuk mengenai kemungkinan pengiriman pesawat, helikopter, kendaraan lapis baja, dan kapal perang," ungkap Medvedev. "Satu hal penting lainnya yaitu menghubungkan Mesir dengan sistem navigasi GLONASS."

Menurutnya Medvedev, arah kerja sama militer-teknis ini penting bagi kedua belah pihak. "Tetapi saya tekankan bahwa ini tidak ditujukan untuk melawan negara pihak ketiga. Pertama, kita berbicara tentang memperkuat pertahanan Mesir termasuk kemampuannya untuk menghadapi ancaman terorisme yang berarti memastikan stabilitas dan keamanan di sekitar kawasan Mesir," kata Medvedev menjelaskan.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev turut mengumumkan rencana untuk meningkatkan ekspor gandum ke Mesir secara signifikan. "Kami berencana untuk meningkatkan ekspor gandum ke Mesir secara signifikan, yaitu sekitar 6,5 – 7 juta ton per tahun," ujar sang perdana menteri.

Medvedev menyampaikan, volume perdagangan timbal balik antara Rusia dan Mesir telah meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2013. "Peningkatan volume perdagangan timbal balik pada omzet perdagangan tahun 2014—menurut statistik pabean Rusia—adalah sebesar 5,5 miliar dolar AS atau meningkat hampir sebesar dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2013. Di satu sisi, ekspor Rusia meningkat sebesar dua kali lipat menjadi sebesar 4,9 miliar dolar AS, sementara nilai impor hanya (meningkat) berkisar seperempat."

Dalam wawancara tersebut, Medvedev juga menyebutkan bahwa kedua belah pihak kini sedang bekerja untuk mencapai kesepakatan zona perdagangan bebas antara Uni Ekonomi Eurasia (Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan) dan Mesir.

"Penciptaan zona perdagangan bebas antara Uni Ekonomi Eurasia dan Mesir adalah sebuah kesempatan yang baik untuk mengembangkan hubungan perdagangan dan investasi. Saat ini, para ahli kami sedang bekerja untuk kemungkinan penandatanganan perjanjian," ujar Perdana Menteri Rusia tersebut.

"Kami juga sedang mempelajari mengenai kesepakatan antarpemerintah pada pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Mesir dengan bantuan Rusia. Mengenai hal ini bisa ditandatangani pada pertemuan tingkat tinggi," ujar Medvedev.

"Sudah ada kejelasan mengenai parameter teknis dan jumlah unit tenaga nuklir, serta kondisi komersial utama. Hal ini akan ditampilkan dalam perjanjian antarpemerintah yang terbaru—yang secara praktiknya telah siap untuk ditandatangani," kata Medvedev menambahkan.

Pertama kali dipublikasikan di TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.