Ketua Majelis Rendah Parlemen Rusia: Pengadilan Internasional Harus Adili Pelaku Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki

Ketua Duma Sergey Naryshkin menyampaikan kepada para mahasiswa Institut Hubungan Internasional Negeri Moskow bahwa pengadilan internasional harus dibentuk untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada bulan Agustus 1945.

"Pengeboman dua kota di Jepang ini merupakan satu-satunya contoh kejadian dalam sejarah manusia atas penggunaan senjata atom dan kejadian ini tidak pernah dibawa ke dalam pengadilan internasional. Kita semua tahu, bahwa tindak kejahatan terhadap kemanusiaan tidak memiliki batasan waktu," ujarnya.

Naryshkin menambahkan bahwa pengeboman terjadi tidak hanya bertujuan untuk membujuk Jepang agar menyerah, tetapi juga untuk melemahkan Uni Soviet yang merupakan sekutu Amerika pada saat itu.

Alexander Iliyshev-Vvdensky yang merupakan kepala dari Divisi Jepang pada Departemen Asia Ketiga di Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa ada dokumen yang menunjukkan bahwa ada kesempatan besar untuk menghentikan pecahnya perang sebelum pengeboman terjadi. Ia mengatakan bahwa Jepang telah sepakat untuk menyerah dengan syarat yang telah diajukan oleh Uni Soviet.

Iliyshev-Vvedenskiy mengatakan bahwa pada hari terjadinya pengeboman pertama, Menteri Luar Negeri Jepang telah memutuskan untuk menyerah atas syarat yang diajukan Uni Soviet, tapi beliau menyangka bahwa informasi ini sampai pada pihak Amerika dan hal inilah yang mempercepat keputusan Amerika untuk menjatuhkan bom atom, tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan bahwa pengeboman itu melanggar deklarasi Postdam yang menjelaskan untuk tidak menjatuhkan serangan terhadap warga sipil.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.