Produk Asal Rusia Mulai Dijual di Tiongkok

Saat ini sudah ada dua toko online milik Tiongkok yang siap memasarkan barang-barang Rusia. Setelah Alibaba, JD.com akan menawarkan makanan Rusia, kosmetik, dan aksesoris kepada konsumen Tiongkok.

Rekan-pemilik (co-owner) JD.com—memiliki sekitar sembilan persen dari saham—adalah miliarder Rusia Alisher Usmanov dan Yuri Milner (melalui dana DST Global). Sejak 2011, mereka telah berinvestasi di saham internet pengecer Tiongkok sebesar 780 juta dolar AS (pada situasi tahun 2014).

Salah satu toko online terbesar di Tiongkok JD.com berharap dapat mulai memasarkan makanan Rusia, aksesoris, dan barang lainnya di Tiongkok sebelum akhir tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Victor Xu selaku presiden kelompok bisnis internasional JD.com. “Kami sedang bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan Rusia dan produsen yang tertarik,” ungkapnya. Lebih lanjut, manajer JD.com juga sudah bertemu dengan para pejabat dari Pemerintah Rusia dan membahas topik perdagangan antara Tiongkok dan Rusia, ujar Xu.

Dalam hal ini, pengecer Tiongkok telah memiliki pengalaman. Seperti yang dilaporkan oleh Kommersant pada 17 Juni lalu, Alibaba Group telah bersepakat dengan jaringan toko Rusia ABK untuk penjualan makanan, kosmetik, dan barang-barang lainnya di Tiongkok. Menurut Direktur Pengembangan Bisnis AliExpress di Rusia dan CIS Mark Zavadksy, ada minat yang besar dengan produk asing berkualitas tinggi di Tiongkok. Para produsen Rusia memiliki potensi untuk menempati posisi tengah di antara produksi asal Eropa yang mahal dan produksi asal Tiongkok yang murah,” ungkapnya. Menurutnya, pada awal Agustus akan dimulai kampanye iklan sepuluh produksi asal Rusia di Tmall Global.

Dua pasar internet besar Tiongkok sudah kedua kalinya menyanjung produksi asal Rusia. “Ini hal yang jarang bagi ritel kami,” ujar konsultan Jos De Vries The Retail Company Irina Bolotova. Menurutnya, konsumen Tiongkok akan tertarik dengan produksi makanan laut perusahaan mereka. Saat ini, Tiongkok adalah salah satu mesin utama ekonomi global. Negara ini kaya dan mereka menginginkan sesuatu yang baru dan menarik. Bagi mereka, Rusia adalah pilihan yang eksotis.

Menurut Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, impor produksi Rusia meningkat sebesar 4,9 persen pada angka 41,6 miliar dolar AS. Sementara, ekspor Tiongkok ke Rusia tumbuh sekitar 8,2 persen menjadi 53,68 miliar dolar AS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.