Layanan Kencan “Halal” bagi Muslim Dirilis di Rusia

Dengan bantuan aplikasi di telepon genggam, kini muslim di Rusia berkesempatan untuk memilih pasangan hidupnya. Menurut sang pengembang program, aplikasi ini adalah layanan kencan “halal” pertama yang diperuntukkan bagi kaum muslim.

Layanan kencan "halal" pertama secara mobile untuk umat Islam telah dirilis di Rusia. Dalam layanan ini, mydiaspora.mobi tidak memperkenankan para pengguna perempuan memasang foto pada situsnya. Izvestia mengabarkan, satu-satunya parameter yang digunakan untuk menilai penampilan sang perempuan adalah dari informasi berat dan tinggi badan saja.

Pada tahap pertama dalam layanan ini, pengguna tidak dapat melihat foto-foto. Pemilihan calon pasangan dilakukan dengan kuesioner terperinci yang wajib diisi.

Kepada Izvestia, Arsene Kazibekov—pendiri proyek mydiaspora.mobi—menjelaskan bahwa dengan aplikasi ini, seseorang dapat menemukan istri kedua, pasangan hidupnya yang pertama atau satu-satunya, yang sesuai dengan kriteria agama dan kebangsaan.

Ketika seorang pengguna mendaftar, ia diwajibkan menulis kondisi keuangannya serta sikapnya terhadap minuman beralkohol dan rokok. Sementara, untuk pengguna perempuan juga harus menjelaskan secara spesifik kesanggupan untuk mengubah agamanya (mengikuti agama calon suami) dan jumlah saudara kandung laki-laki yang dimilikinya. Selain itu, fitur untuk berkomunikasi dengan kakak laki-laki atau ayah dari masing-masing pihak juga ditambahkan ke dalam layanan ini.

Layanan kencan ini ditujukan terutama untuk para imigran. Sebelum bergabung, calon pengguna diwajibkan mengisi survei. Sementara, fungsi pencarian istri kedua baru akan ditambahkan atas permintaan responden.

"Ada banyak kisah dari perempuan-perempuan pemeluk agama Kristen yang menulis bahwa mereka merasa kesepian. Mereka memiliki anak, tapi kondisi finansial mereka tidak mendukung. Karena itu, mereka siap untuk menjadi istri kedua," kata Kazibekov.

Secara keseluruhan, proyek ini memakan biaya sekitar 150 ribu dolar AS. Diharapkan, proyek ini bisa dilunasi dalam jangka waktu lima bulan.

Keuntungan yang didapatkan dari jejaring sosial serta layanan kencan ini berasal dari layanan transfer uang yang juga disediakan di situs tersebut.

Aplikasi kencan "halal" ini tersedia dalam sistem operasi iOS dan Android.

Untuk saat ini, di jejaring sosial Diaspora sebanyak sekitar 10 ribu orang telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 di antaranya telah memanfaatkan layanan kencan, yang versi percobaannya dirilis dua minggu lalu. Menurut Kazibekov, kebanyakan dari mereka yang mencari pasangan hidupnya adalah pengguna dari Dagestan, Armenia, Chechnya, dan Tatar dengan jumlah perbandingan laki-laki dan perempuan yang setara.

"Untuk layanan kencan penggoda, sebesar 80 persen dari penggunanya adalah laki-laki. Menariknya, saat dibuat layanan serupa untuk hubungan yang lebih serius, persentase yang sama datang dari perempuan. Berdasarkan pengalaman di seluruh dunia, para perempuan juga bersedia membayar lebih banyak demi dicarikan calon suami oleh penyedia layanan. Hal ini disebabkan pernikahan dianggap lebih penting bagi perempuan," tambah Kazibekov.

Berdasarkan materi yang dipublikasikan di situs surat kabar Izvestia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.