Lavrov: Rusia Berharap AS Batalkan Rencana Sistem Pertahanan Rudal Sehubungan Kesepakatan Program Nuklir Iran

Pada 2009, Obama pernah berbicara bahwa jika AS berhasil menyelesaikan program nuklir Iran, tugas untuk menciptakan segmen pertahanan rudal Eropa akan dihapus.

Sehubungan dengan kesepakatan mengenai program nuklir Iran, Rusia menunggu reaksi dari Amerika Serikat mengenai masalah penghapusan rencana untuk menciptakan segmen pertahanan rudal Eropa. Hal ini dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergey Lavrov.

Berbicara mengenai kesepakatan yang dicapai dalam konteks yang lebih luas, Lavrov mengatakan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama pernah berbicara pada 2009 di Praha bahwa jika AS berhasil menyelesaikan program nuklir Iran maka tugas untuk menciptakan segmen pertahanan rudal Eropa akan dihapus. "Itulah sebabnya saat ini kami mencoba menarik perhatian rekan-rekan kami di Amerika atas fakta ini. Kami berharap akan ada reaksi," ujar Lavrov.

"Jelas, solusi yang ditemukan memainkan peran penting dalam urusan memperkuat rezim nonprofilerasi secara keseluruhan," kata Lavrov. "Hal ini akan memiliki dampak yang bermanfaat bagi situasi keseluruhan di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Teluk Persia," katanya menambahkan. Hal berikutnya, menurut Lavrov, sehubungan dengan perjanjian ini ada kemungkinan muncul masalah lain di wilayah tersebut. "Secara pribadi, saya yakin bahwa dengan demikian hal ini akan mempersulit syarat untuk melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaan pada penyelenggaraan konferensi mengenai pembentukan zona bebas senjata pemusnah massal di Timur Tengah."

Program Pertahanan Rudal Amerika

Amerika Serikat mulai mengembangkan sistem pertahanan rudal pada 2002. Program dengan nama resmi Pertahanan Rudal Nasional (NMD) ini dikembangkan untuk melindungi Amerika Serikat dan sekutunya dari rudal balistik Iran dan Korea Utara.

Penciptaan sistem ini awalnya direncanakan agar bisa dijalankan dalam empat tahap. Yang pertama telah dilaksanakan, yaitu saat AS memiliki 30 penangkal rudal yang berada di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain dengan menempatkan sistem berbasis laut dan daratan (kompleks patriot). Sementara di Turki, terdapat radar sistem peringatan dini, dan di wilayah laut Mediterania juga terdapat kapal yang dilengkapi dengan perangkat Aegis dan rudal pencegat Standard 3.

Pada tahap kedua dan ketiga akan ada pembaruan pada rudal pencegat Standard 3.

Tahap keempat diperkirakan akan dilaksanakan pada 2020. Pada saat itu Standard 3 diperkirakan telah dimodernisasi dan akan digantikan oleh rudal yang lebih canggih. Namun, pada bulan Maret 2013, Pemerintah AS telah membatalkan rencana ini dan mereka merencakanan penyebaran 14 rudal pencegat di Alaska dan instalasi radar kedua di Jepang. Selain itu, AS tengah merencanakan penyebaran rudal pencegat di Rumania (pada tahun 2015) dan Polandia (pada tahun 2018).

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.