Perusahaan Asuransi Asing Berikan Santunan Sebesar 16 Juta Dolar AS Atas Jatuhnya SSJ-100 di Indonesia

Pendakwa dalam gugatan ini adalah perusahaan yang beroperasi di Inggris, Belgia, Jerman, Swedia, Nepal, India dan Prancis.

Pengadilan Arbritasi yang kedelapan (Omsk) menguatkan keputusan mengenai tuntutan pengembalian lebih dari 16 juta dollar AS kepada perusahaan asuransi asing atas jatuhnya pesawat Sukhoi SuperJet (SSJ-100) di Indonesia pada tahun 2012, kabar yang didapatkan oleh TASS di pengadilan.

"Keputusan pengadilan tak bisa diganggu-gugat, dan segala keluhan tak bisa dipenuhi," ujar mereka.

Awalnya, kasus ini melibatkan 24 perusahaan dan kini kerusakannya mencapai sekitar 32.400.000 dolar, namun sehubungan dengan pembayaran sebagian utang maka jumlah akan dibayarkan separuhnya.

Para pendakwa dalam gugatan ini adalah perusahaan yang telah diakui dan beroperasi di Inggris, Belgia, Jerman, Swiss, Nepal, India dan Perancis.

Perusahaan "Asuransi Modal" hadir di pengadilan pada tanggal 10 Juni 2013. Menurut berkas kasus, pada tanggal 19 Desember 2011 telah ada kontrak asuransi di antara perusahaan "Modal Asuransi" dan "Sukhoi Civil Aircraft" mengenai asuransi pesawat dan tanggung jawab perdata kepada pihak ketiga. Untuk memastikan kemungkinan risiko dengan kontrak asuransi, OJSC "Asuransi Modal" telah menandatangani kontrak asuransi ulang yang berlaku sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2012.

Yang Terjadi dengan Pesawat

Pada tanggal 9 Mei 2012 di Indonesia terjadi kecelakaan pesawat SSJ-100 yang dimiliki oleh "Sukhoi Civil Aircraft". Kecelakaan itu menewaskan 45 orang yang berkewarganegaraan Rusia, Indonesia, Perancis dan Amerika Serikat. Pesawat menabrak tebing curam di Gunung Salak yang berada di bagian barat pulau Jawa dalam penerbangan demonstrasi. "Sukhoi Civil Aircraft" memberi santunan sebesar 140 ribu dolar kepada setiap keluarga korban. Insiden itu dianggap sebagai tanggung jawab asuransi, namun para pendakwa menolak untuk membayar ganti rugi reasuransi sehingga "Asuransi Modal" pun membawa kasus ini ke pengadilan.

Penyelidikan menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan pesawat SJ-100 adalah faktor manusia. Laporan Komisi Khusus menyatakan bahwa awak kapal tidak memperhitungkan medan gunung dalam rute penerbangan dan mengabaikan peringatan dari sistem TAWS (sistem peringatan tentang kemungkinan tabrakan). Secara total di kawasan Gunung Salak dalam satu dekade terakhir telah terjadi tujuh kecelakaan pesawat.

Dokumen juga mencatat bahwa perhatian pilot teralihkan dengan percakapan yang tidak ada kaitannya dengan penerbangan. Komandan pesawat selama penerbangan berbicara dengan perwakilan perusahaan pembeli yang juga duduk di kokpit. Ini adalah alasan mengapa pilot tidak segera mengubah arah penerbangan pesawat ketika ia menyimpang keluar dari jalur yang ditentukan.

TAWS berbunyi di kokpit ("Ada permukaan didepan, naik ke atas") selama 38 detik sebelum terjadi tabrakan, sebelumnya telah ada peringatan untuk menghindari tebing sebanyak enam kali. Komandan pesawat mematikan TAWS karena ia mengira bahwa peringatan tersebut diberikan karena ada masalah database. Tujuh detik sebelum terjadi tabrakan dengan gunung, TAWS memberikan sinyal suara bahwa roda pendaratan pesawat tidak dirilis. Hal ini terjadi saat pesawat tanpa roda pendaratan berada pada ketinggian kurang dari 800 kaki di atas tanah.

Dalam kesimpulannya, mereka berpendapat bahwa kecelakaan itu sebenarnya bisa dihindari jika langkah-langkah perbaikan dimulai paling tidak 24 detik setelah peringatan pertama.

Tentang Pesawat

Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat jarak pendek yang dirancang untuk terbang pada jarak hingga 5.000 km. Ini adalah pesawat pertama yang dibuat di Rusia setelah runtuhnya Uni Soviet dan termasuk kapal penumpang Rusia pertama yang dirancancang dengan teknologi digital.

Tujuan dari proyek pesawat ini adalah sebagai pesawat turbojet regional di pasar internasional dan untuk menggantikan pesawat jarak tempuh pendek dan menengah dari operator penerbangan di Rusia yaitu seri YaK-42, Tu-134 Tu-154 yang produksinya telah dihentikan.

Konfigurasi dasar dari kapal memiliki jangkauan hingga 3048 km. Maksimum massa lepas landas dari konfigurasi dasar sekitar 45,8 ton dan konfigurasinya dapat meningkatkan jarak terbang hingga 49,45 m.

Pesawat ini memiliki dua mesin turbofan Powerjet SaM146 yang di produksi oleh perusahaan Rusia-Perancis. Pesawat memiliki total panjang 29,94 m, lebar sayap 27,8 m, tinggi 10,28 m dan kecepatan laju hingga 830km/jam.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.