Lavrov: ISIS Benar-benar Kejam

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan, dalam melawan ISIS, standar ganda harus dikesampingkan.

ISIS benar-benar kejam. Dalam melawan mereka, standar ganda harus dikesampingkan. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada konferensi pers, Kamis (9/7).

"Para anggota BRICS dan SCO memiliki posisi tersendiri mengenai masalah yang sedang hangat ini, dan semuanya akan tercerminkan dalam hasil KTT nanti," ujarnya. "Posisi ini bukan hanya sebatas kekejaman ISIS, tetapi juga kelompok teroris lainnya, seperti Jhabat al-Nusra. Semua kejahatan ini harus ditindak dengan tegas tanpa standar ganda dan tanpa menggunakan upaya taktis atau situasi tidak normal lainnya yang membuat seseorang bisa melihatnya—di satu sisi—sebagai teroris di satu negara, tapi di sisi lain bisa menjadi mitra temporer dan memanfaatkan hal tersebut untuk menggeser model pemerintahan yang tidak diinginkan, seperti yang dilakukan di Suriah."

"Standar ganda harus dikesampingkan meskipun dengan dalih melindungi diri. Sekarang ISIS telah menjadi ancaman bagi mayoritas negara-negara di dunia, seperti di Eropa, AS, Rusia," ujar Lavrov. "Kami sudah memiliki langkah-langkah untuk melacak para teroris dari kalangan warga negara kami yang bergabung bersama ISIS," tambahnya.

Sang Menteri Luar Negeri Rusia mengingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow baru-baru ini mendapat kunjungan dari Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem agar bersama-sama memikirkan mengenai penggabungan negara-negara potensial yang memahami ancaman mengerikan yang mungkin ditimbulkan ISIS, dan berjuang bersama dengan Suriah, Irak, Iran, dan negara-negara yang tertarik untuk mencegah penjamuran organisasi teroris ini.

"Kami berinisiatif mengonsolidasikan seluruh kekuatan dalam memerangi ISIS, dan kami harus lebih aktif terlibat dalam mempromosikan penyelesaian krisis di Suriah," tambahnya. "Saya pikir kini di banyak ibu kota di kawasan-kawasan ini, masyarakat sudah semakin paham tentang hal ini."

ISIS dan Jhabat al-Nusra ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Mahkamah Agung Rusia. Segala bentuk kegiatan ISIS di wilayah Rusia dilarang oleh hukum.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.