AS Anggap Rusia Sebagai Ancaman Terbesar bagi Keamanan Nasional

Menteri Angkatan Udara Amerika Serikat Deborah James berpendapat bahwa Rusia adalah ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Menteri Angkatan Udara Amerika Serikat Deborah James berpendapat bahwa Rusia adalah ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Ia sempat mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Reuters, Washington harus memperkuat kehadiran militernya di seluruh Eropa, meskipun jika sekutu NATO mempunyai masalah keuangan.

"Saya rasa Rusia adalah ancaman terbesar," ujar sang menteri setelah rangkaian pertemuan dengan sekutu AS di Eropa. Menurutnya, Amerika mulai merasa terganggu oleh Rusia yang baru-baru ini meningkatkan kehadiran militernya di Eropa dan mencoba terus menempatkan jet Fighter F-16. "Sekarang bukanlah waktunya untuk memberikan sinyal ketakutan dalam menghadapi tindakan yang dilakukan Rusia," tambahnya.

James menyatakan kekecewaannya pada fakta bahwa hanya empat dari 28 anggota NATO yang mengalokasikan dua persen dari PDB negaranya untuk kebutuhan pertahanan seperti yang direncanakan. "Ini bukan berarti kami merancang semua ini. Semua persyaratan itu telah disetujui anggota NATO, dan kita semua harus mengikutinya," jawabnya.

Sang menteri percaya bahwa dikarenakan ketegangan dengan Angkatan Udara Rusia, mereka akan terus melakukan upaya untuk mengurangi ketergantungan AS pada mesin roket buatan Rusia RD-180.

Rusia Tidak Mengklaim Sebagai Negara Adidaya

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan untuk tidak terlalu berharap pada perubahan kebijakan Barat terhadap Rusia.

"Tidak perlu berharap pada perubahan sikap yang tidak bersahabat dari beberapa lawan geopolitik kita," ungkap Putin dalam pertemuan Dewan Keamanan.

Putin menjelaskan bahwa baru-baru ini Uni Eropa sekali lagi memperpanjang apa yang mereka sebut sebagai "sanksi". Ia menambahkan bahwa di Amerika Serikat ada perdebatan mengenai tindakan serupa.

Pesan utama dari pernyataan kebijakan luar negeri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin adalah untuk memastikan bahwa Rusia tidak agresor (menyerang negara lain lebih dulu) dan tidak pernah mengklaim status negara adidaya. Hal tersebut disampaikan Putin dalam sesi, "Waktu untuk Bertindak: Upaya Bersama untuk Pertumbuhan yang Stabil" dan juga dalam pertemuan dengan kantor-kantor berita terkemuka di dunia.

"Rusia tidak mengklaim sebagai kekuatan hegemoni apa pun. Rusia pun tidak pernah mengklaim sebagai sebagai negara adidaya. Kami tidak memaksakan siapa pun, baik untuk mengikuti standar dan pola perilaku kami maupun perkembangannya," ujar Putin.

Baca juga: Putin: Rusia Tidak Agresif, Hanya Melindungi Kepentingannya dengan Lebih Tegas >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.