Perusahaan Tiongkok, Singapura, dan Taiwan Tertarik Membangun Jembatan Krimea

Perusahaan asing dari Tiongkok, Taiwan, dan Singapura mungkin bepartisipasi dalam pembangunan jembatan di atas Selat Kerch, demikian disampaikan Kepala Lembaga Jalan Raya Federasi Rusia (Rosavtodor) Roman Starovoit pada TASS, di sela Forum Ekonomi Internasional Sankt Petersburg (St. Petersburg International Economic Forum/SPIEF) 2015, Kamis (18/6).

“Saat ini terlalu dini untuk membicarakan siapa yang akan menjadi subkontraktor atau kesimpulan dari subkontrak karena berdasarkan jadwal dalam kontrak negara dengan kontraktor umum, kami harus mengirim naskah proyek pada Glavgosexpertiza sebelum akhir Juni 2015," kata Starovoit.

“Kita baru bisa bicara mengenai perusahaan konkret setelah mendapatkan kesimpulan positif. Tapi saya tahu bahwa kontraktor umum tengah bernegosiasi dengan beberapa perusahaan, setidaknya lima. Mereka termasuk perusahaan dari Tiongkok, Taiwan, dan Singapura,” kata Starovoit.

Menurut Starovoit, kontraktor umum pembangunan Jembatan Selat Kerch juga tengah bernegosasi dengan perusahaan konstruksi jembatan utama di Rusia.

Baca juga: Sejak Gabung dengan Rusia, Populasi Krimea Meningkat 280 Ribu Jiwa >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.