Anggota Parlemen Sankt Petersburg Sarankan Pelarangan “Game of Thrones” di Rusia

Salah seorang anggota dewan legislatif dari Sankt Petersburg, Vitaly Milonov, mengusulkan pengembangan konsep perlindungan terhadap ruang informasi Rusia dari ‘pengaruh ideologi Barat’ dan memberi label terhadap semua produk Barat yang dianggap ‘berbahaya’. Sebagai contoh, menurut Milonov, label tersebut harus disematkan pada novel populer The Game of Thrones dan serial televisi yang diangkat dari buku tersebut.

“Saat ini kita lihat bahwa internet dan televisi telah menjadi perangkat utama edukasi, menggantikan atau menyingkirkan metode edukasi tradisional bagi para generasi muda,” kata Milonov pada TASS.

“Ini bukan masalah adegan kekerasan atau elemen yang mendukung kekerasan dalam film tersebut. Akan tetapi, pada dasarnya semua produk budaya yang berasal dari Barat mendukung nilai-nilai provokatif yang menciptakan paradigma tertentu terkait politik dan realita,” kata Milonov.

“Kini, semua permainan komputer atau serial televisi bukan hanya bersifat menghibur, tapi juga memengaruhi perilaku. Misalnya di buku The Game of Thromes, satu dari sepuluh karakternya memiliki penyimpangan seksual. Penyebaran produk semacam ini di negara kita akan menciptakan gagasan kita bahwa hal semacam itu adalah hal yang umum,” kata Milonov.

Ia menegaskan bahwa metode perlindungan tak hanya membatasi muatan semacam itu, tapi produk tersebut juga harus diberi kategori. “Jika produk sesuai dengan kategori nilai-nilai tradisional kita dan tidak mendukung penyimpangan atau menggulingkan sistem sosial kita, produk tersebut masih bisa kita terima,” kata Milonov.

Vitaly Milonov dikenal karena usul-usul kontroversial yang ia ajukan sebelumnya seperti peraturan bagi para pengendara sepeda untuk mengikuti ujian rambu lalu lintas dan melarang orang tampil di muka umum dengan telanjang dada atau mengenakan pakaian renang.

Baca lebih banyak mengenai masyarakat Rusia. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.