AS Dikabarkan Arahkan Misil ke Rusia, Kremlin: Kami Pelajari Pernyataan Tersebut dengan Seksama

Juru bicara kepresidenan Rusia menyatakan bahwa “laporan tersebut harus dipelajari dengan seksama sebelum kami mengeluarkan pernyataan”.

Kremlin akan mempelajari laporan yang disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan yang menyatakan bahwa Washington menempatkan misil di Asia dan Eropa untuk diarahkan pada Rusia, demikian disampaikan juru bicara kepresidenenan Dmitry Peskov.

“Kami mencatat laporan yang berkembang di media,” kata Peskov pada TASS.

Juru bicara kepresidenan Rusia tersebut menyatakan bahwa “laporan harus dipelajari dengan seksama sebelum kami mengeluarkan pernyataan”.

"Tentu kami memperhatikan laporan semacam itu dengan jeli," kata Peskov.

Berdasarkan laporan Associated Press pada Kamis (4/6), mengutip pernyataan Kepala Staf Gabungan Martin Dempsey, penempatan misil berbasis darat di Eropa dan Asia ditargetkan pada potensi nuklir Rusia, dan merupakan respon terhadap kegagalan Rusia dalam memenuhi Trakat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (Intermediate-Range Nuclear Force Treaty) yang dikeluarkan pada 1987.

Moskow telah beulang kali menepis tuduhan AS akan hal tersebut. Kepala Departemen Kontrol Senjata dan Non-Proliferasi Kementerian Luar Negeri Rusia Mikhail Ulyanov menyebut tuduhan Washington adalah hal yang tak berdasar.

"AS menolak untuk menyampaikan fakta yang mendukung tuduhan tersebut. Atau, mungkin mereka memang tak punya bukti. Ada pihak yang menilai tujuan sesungguhnya adalah mendiskreditkan Rusia dan mencitrakan Rusia sebagai negara yang telah melanggar perjanjian internasional,” kata Ulyanov.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.