Rusia Ungkap Nama Saksi Kunci dalam Investigasi Kecelakaan MH-17

Tim penyelidik juga akan meminta produsen senjata pertahanan udara Almaz-Antei untuk menyimpulkan kemungkinan penyebab kecelakaan.

Warga negara Ukraina Yevgeny Agapov berada di Rusia di bawah perlindungan negara sebagai saksi kunci kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH-17 tahun lalu, demikian disampaikan juru bicara Komite Investigasi Rusia Vladimir Markin, Rabu (3/6).

“Saksi tersebut adalah warga Ukraina Yevgeny Agapov, yang bertugas sebagai mekanik senjata pesawat di skuadron pertama brigade penerbangan taktis Angkatan Udara Ukraina,” kata Markin. “Ia berada di bawah perlindungan negara.”

Komite Investigasi Rusia juga akan meminta produsen senjata untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan pesawat MH-17.

Menurut Markin, tim penyelidik akan meminta produsen senjata pertahanan udara Almaz-Antei untuk menyimpulkan kemungkinan penyebab kecelakaan.

“Komite Investigasi Rusia melanjutkan investigasi kasus kriminal yang mematikan ini, terutama yang dilakukan oleh militer Ukraina terhadap perdamaian dan keselamatan manusia,” kata Markin.

Sementara, penasihat kepala desain Almaz-Antei Mikhail Malyshevsky menyampaikan pada jurnalis di Moskow, Selasa (2/6), bahwa pesawat Malaysia yang terbang di ruang udara Ukraina ditembak jatuh oleh misil pertahanan udara, kemungkinan sistem pertahanan udara Buk-M1 9M38M1.

Direktur Jenderal Almaz-Antey Yan Novikov menyebutkan bahwa produksi misil tersebut dihentikan di Rusia sejak 1999.

Pakar Almaz-Antey menyebutkan misil diluncurkan dari area selatan pemukiman Zaroshchenskoye di Ukraina, sementara para analis tidak mengonfirmasi bahwa misil diluncurkan dari Snezhnoye. "Untuk integritas ekperimental, kami tak bisa menyatakan pihak mana yang memiliki misil tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Tragedi MH17 Versi Rusia, Ukraina, dan Donetsk >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.