Dianggap “Menyebarkan Kebencian”, Facebook Blokir Kiriman Anti-Rusia yang Diunggah Netizen Ukraina

Zuckerberg menjelaskan, beberapa kiriman dari pengguna Facebook asal Ukraina diblokir karena melanggar peraturan Facebook, termasuk terkait “penyebaran kebencian”.

Facebook telah menghapus dan memblokir beberapa kiriman bernada anti-Rusia dan akun netizen Ukraina yang dianggap “menyebarkan kebencian”, demikian disampaikan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Sebelumnya, pada awal minggu lalu seorang pengguna Facebook asal Israel memprotes pemblokiran akun yang dianggap “tidak adil”, karena Facebook memblokir akun beberapa blogger ternama Ukraina. Ia menuduh segmen Ukraina di Facebook dimoderasi oleh manajer dari Rusia.

Zuckerberg menjelaskan, beberapa kiriman dari pengguna Facebook asal Ukraina yang dihapus atau diblokir berisi hal yang melanggar standar komunitas Facebook, termasuk aturan terkait “penyebaran kebencian”.

"Kami tak mengizinkan penyebaran materi berisi kebencian, menghina etnis lain, atau penghasutan untuk melakukan tindak kekerasan. Ada beberapa kiriman yang melanggar peraturan tersebut, dan saya pikir kami telah melakukan hal yang benar terkait kebijakan kami dengan menghapus kiriman-kiriman semacam itu,” kata pendiri jejaring sosial terbesar di dunia tersebut.

Zuckerberg juga menerangkan, Facebook tak memiliki kantor di Rusia dan segmen Ukraina ditinjau oleh tim yang berbasis di Dublin, Irlandia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.