Politikus Rusia: AS Sudah Sadar Tak Ada Gunanya Bicarakan Krimea dengan Rusia

Setelah bertemu dengan Putin dan Lavrov, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menjelaskan AS dan Uni Eropa akan mencabut sanksi Rusia setelah Kesepakatan Minsk terimplementasi sepenuhnya.

Washington tak mengubah posisinya terkait reunifikasi Krimea dengan Rusia, namun mereka kini sadar bahwa tak ada gunanya membahas masalah Krimea dengan Rusia, demikian disampaikan Kepala Komite Internasional Majelis Rendah Parlemen Rusia Alexei Pushkov, Rabu (13/5).

Pada Selasa (12/5), Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Sochi. Setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyebutkan AS dan Uni Eropa akan mulai mencabut sanksi terhadap Rusia setelah Kesepakatan Minsk terimplementasi sepenuhnya. Namun, ia sama sekali tidak menyinggung isu Krimea.

“Saya kira AS tidak mengubah posisinya terkait Krimea. Saya hanya berasumsi mereka telah sadar bahwa Krimea telah menjadi bagian dari Rusia dan tak ada gunanya mencoba menekan Rusia terkait hal ini,” kata Pushkov. “Tapi bukan berarti mereka mengabaikan pendekatan mereka dan mereka akan mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap Rusia terkait Krimea,” ujarnya.

Fakta bahwa Kerry tidak menyinggung isu Krimea saat bertemu dengan Putin dan Lavrov menandakan bahwa isu ini tak lagi menjadi agenda utama AS. “Mereka sangat sadar bahwa tak ada gunanya menjadikan Krimea sebagai agenda utama, karena mereka tak mungkin bisa memengaruhi Moskow. Jadi, mereka lebih fokus pada implementasi Kesepakatan Minsk dan pembangunan di Ukraina timur,” kata Pushkov menyimpulkan.

Ingin tahu lebih banyak tentang hubungan Rusia dan AS? Baca lebih lanjut. >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.