Pesawat Antariksa Rusia Kecelakaan, Jadwal Pulang Kru Stasiun Luar Angkasa Internasional Mundur Satu Bulan

Jadwal kepulangan kru Stasiun Luar Angkasa Internasional akan mundur satu bulan, setelah pesawat antariksa tanpa awak Rusia Progress 59 lepas kontrol dan terpisah di Samudera Pasifik.

Jadwal kepulangan kru Stasiun Luar Angkasa Internasional akan mundur satu bulan, setelah pesawat antariksa tanpa awak Rusia Progress 59 lepas kontrol dan terpisah di Samudera Pasifik, Kamis (7/5) lalu.

Berdasarkan keterangan narasumber dari industri antariksa Rusia, tiga kru Stasiun Luar Angkasa Internasional dijadwalkan kembali ke Bumi pada Kamis (14/5), namun kepulangan tersebut harus ditunda hingga bulan 11 Juni mendatang.

Sebelumnya, perwakilan industri antariksa Rusia kembali berencana mengirim pesawat kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dan pesawat antariksa berawak Soyuz. Pesawat kargo tersebut rencananya akan diluncurkan pada akhir Juni atau awal Juli, sementara Soyuz akan diluncurkan pada 20 Juli. Namun, ia menyebutkan bahwa belum ada keputusan resmi mengenai hal tersebut.

“Kosmonot Rusia Anton Shkaplerov, kosmonot Italia Samantha Kristoforetti, dan astronot Amerika Terry Verts harus memperpanjang keberadaan mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional sekitar satu bulan. Modul pendaratan Soyuz TMA-15M rencananya mendarat di Kazakhstan pada 11 Juni,” terang narasumber tersebut.

Shkaplerov, Kristoforetti, dan Verts tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 23 November 2014. Stasiun antariksa internasional saat ini memiliki tiga penghuni lain, yakni kosmonot Rusia Gennady Padalka dan Mihkail Kornienko, serta astronot Amerika Scott Kelly.

Progress 59, pesawat kargo antariksa Rusia, mulai menyimpang dari orbit setelah berhasil diluncurkan dari kosmodrom di Kazakhstan pada 28 April. Pada Kamis (7/5), di atas Samudera Pasifik, kendaraan tersebut terbakar dan kembali jatuh ke atmosfer Bumi.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.