Donetsk: Pemantau Lalu Lintas Udara Ukraina Alihkan Kontrol Pesawat MH-17 Secara Ilegal

Tak ada bukti jika sistem Buk yang menabrak pesawat MH-17 pada Juli 2014 adalah milik Ukraina.

Pemantau lalu lintas udara Kiev secara ilegal mengalihkan kontrol penerbangan pesawat Malaysia Airlines MH-17 ke pusat kontrol Dnepropetrovsk sebelum pesawat tersebut jatuh di wilayah Donetsk pada Juli 2014 lalu, demikian disampaikan Andriy Purhin, Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Donetsk.

“Kami mencatat bahwa kontrol pesawat Boeing tersebut secara ilegal diserahkan oleh Kiev ke Dnepropetrovsk. Pengalihan tersebut tidak didokumentasikan oleh Dnepropetrovsk, tapi itu benar-benar terjadi. Pusat kontrol lalu lintas udara di Dnepropetrovsk kemudian mengubah arah Boeing tersebut tiga derajat dan secara efektif mengarahkannya ke medan tempur. Lalu, pesawat tersebut masuk zona sistem misil permukaan-ke-udara Buk milik Ukraina," terang Purhin pada Interfax.

Donetsk telah menyampaikan hal ini pada tim investigasi internasional. “Kami telah menyerahkan semua informasi ini pada pakar internasional, kami membantu mereka dengan segara cara yang dapat kami lakukan, salah satunya dengan menyampaikan semua informasi yang kami ketahui, termasuk fakta bahwa kontrol Boeing dialihkan dari Kiev ke Dnepropetrovsk,” terangnya.

Sementara, Jaksa Umum Ukraina Viktor Shokin menyatakan pada akhir Maret lalu bahwa tak ada bukti jika sistem Buk yang menabrak pesawat MH-17 pada Juli 2014 adalah milik Ukraina. Ia memperkirakan senjata tersebut memasuki area Ukraina dari Rusia dan kemudian kembali ke Rusia.

Baca selengkapnya mengenai Kecelakan Pesawat Malaysia Airlines. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.