Putin: Upaya Menulis Ulang Sejarah dan Rehabilitasi Nazisme Sungguh Tak Bermoral dan Sangat Berbahaya

“Bagi kami, upaya sinis untuk menulis ulang sejarah serta rehabilitasi Nazi dan antek-anteknya karena semata kepentingan politik jangka pendek adalah hal yang sungguh tak bisa diterima,” kata Putin.

Upaya untuk menulis ulang sejarah dan merehabilitasi Nazisme sungguh tindakan yang tak bisa diterima, tak bermoral, dan sangat berbahaya, demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam telegram yang dikirim untuk peserta diskusi mengenai peran Uni Soviet dan Tiongkok dalam kemenangan atas Nazi Jerman dan Jepang, Putin mengingatkan bahwa peringatan 70 tahun kemenangan dalam Perang Dunia II sangat penting bagi Tiongkok dan Rusia, karena kedua negara paling banyak kehilangan warganya dalam perang melawan Nazisme dan militerisme.

“Bagi kami, upaya sinis untuk menulis ulang sejarah serta rehabilitasi Nazi dan antek-anteknya karena semata kepentingan politik jangka pendek adalah hal yang sungguh tak bisa diterima. Tindakan itu benar-benar tak bermoral dan sangat berbahaya. Itu akan mendorong dunia ini ke jurang konflik baru, menuju dunia yang penuh kekejian dan kekerasan,” kata Putin.

Putin Hargai Pilihan Para Pemimpin Dunia yang Menolak Hadiri Perayaan Hari Kemenangan di Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan ia menghormati pilihan para pemimpin politik dunia yang menolak untuk menghadiri perayaan Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei mendatang.

Baca selengkapnya. >>>

Putin: Tak Mungkin Ubah Sejarah Hanya Karena Situasi Politik

Kita tak mungkin bisa mengubah sejarah untuk disesuaikan dengan situasi politik terkini, demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (6/4).

Baca selengkapnya. >>>

Kebohongan Atas Peran Tentara Merah dalam Kemenangan PD II Tersebar, Putin: Kita Balas Aksi Tersebut dengan Elegan

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa semua kebohongan mengenai kontribusi Tentara Merah dalam kemenangan Perang Dunia II yang disebarkan oleh beberapa negara harus segera diluruskan.

Baca selengkapnya. >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.