AS dan NATO Khawatirkan Peningkatan Kehadiran Rusia di Kutub Utara

Sang jenderal menyebutkan Rusia tengah membangun kehadiran militernya di Arktik, sementara negara Akrtik lain tak tertarik membangun markas militer dan menyusun komando strategis di sana.

Amerika Serikat dan NATO mengkhawatirkan banyaknya jumlah latihan militer Rusia yang dilakukan di wilayah Arktik, demikian disampaikan Komandan NATO Jenderal Philip Breedlove pada Senat AS, Kamis (30/4). 

Sang jenderal menyebutkan Rusia saat ini sedang meningkatkan kehadiran militernya di Arktik, padahal negara Arktik lain tak tertarik membangun markas militer dan menyusun komando strategis di sana.

Sementara itu, meningkatkan kehadiran di Arktik merupakan salah satu misi utama Rusia. Komando Strategis Terpadu Utara akan menjadi distrik militer kelima Rusia yang akan menjadi basis kekuatan militer bagi Kepulauan Novaya Zemlya, Kepulauan New Siberian, Franz Josef Land, dan Pulau Wrangel di Samudra Atlantik. Kutub Utara juga akan masuk sebagai wilayah tanggung-jawab pasukan ini.

Selain itu, pemerintah Rusia berencana mengajukan permohonan pada PBB untuk memperluas perbatasan landas kontinen mereka. Jika dikabulkan, permintaan tersebut akan meningkatkan cadangan eksplorasi hidrokarbon Rusia hingga setara lima miliar ton bahan bakar. Menurut para ahli, secara keseluruhan cadangan bahan bakar dan energi Rusia di Arktik mencapai 1,6 triliun ton, sementara landas kontinen memiliki sekitar seperempat dari seluruh cadangan lepas pantai dunia. Kementerian Pertahanan Rusia juga akan membangun 13 lapangan terbang dan sepuluh pusat radar di Arktik. Hal tersebut telah didiskusikan secara detil saat Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan kementerian-kementerian Rusia pada Oktober lalu.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.