Tim SAR Rusia Tiba di Nepal

Tim SAR berjumlah sekitar seratus orang dan akan membantu operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah yang dilanda gempa bumi hebat tersebut.

Tim SAR dan tim medis dari Kementerian Situasi Darurat Rusia telah tiba di Nepal untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan pascabencana gempa bumi hebat yang menewaskan lebih dari lima ribu orang di negara tersebut.

Dua pesawat Rusia Il-76 membawa tim SAR Rusia ke Kathmandu, Rabu (29/4), untuk bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Tim tersebut terdiri dari sekitar seratus ahli penyelamat, ahli medis dan psikolog dari Tim Penyelamat Centrospas, Kementerian Situasi Darurat Rusia, serta All-Russia Scientific Research Institute on Problems of Civil Defence and Emergency Situation, demikian disampaikan kementerian pada TASS. Menurut pihak kementerian, mereka semua telah berpengalaman bekerja di wilayah pasca-bencana, termasuk beberapa wilayah yang mengalami bencana gempa.

Pesawat juga membawa lebih dari dua ton bantuan kemanusiaan termasuk makanan dan kebutuhan pokok, serta lima kendaraan khusus dan peralatan canggih yang dibutuhkan untuk menanggulangi kerusakan akibat gempa bumi.

Gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4). Pusat gempa terletak 84 kilometer dari ibukota Nepal, Kathmandu, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga diikuti oleh 67 gempa kecil lain dengan kekuatan 3,5 hingga 6,9 skala Richter.

Berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai lebih dari lima ribu orang, sementara korban luka telah mencapai sepuluh ribu orang. Kerusakan terbesar terjadi di Kathmandu. Sekitar 1.900 bangunan hancur dan setidaknya empat ribu bangunan lain rusak parah di ibukota Nepal tersebut. Gempa bumi juga memicu pergeseran salju di gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, dan mengubur sekitar 80 orang pendaki. Guncangan hebat terasa hingga ibukota India, New Delhi, dan wilayah timur, utara, serta timur laut Nepal. Sebanyak 70 orang di Myanmar, Bangladesh, dan Tibet tewas dan 250 lainnya luka-luka akibat bencana ini.

Ingin tahu situasi terkini dunia? Baca selengkapnya. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.