Menlu Iran: AS Pilih Kerja Sama atau Konfrontasi?

Pada awal April, Iran dan enam negara adidaya yang tergabung dalam P5+1 telah mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran.

Tiba waktunya bagi AS dan sekutu Barat-nya untuk memilih antara bekerja sama atau berkonfrontasi. Hal tersebut disamapikan oleh Menteri Luar Negeri Iran di hadapan pemerintah dari enam negara yang menegosiasikan program nuklir Iran.

“Kami berhasil meraih pencapaian penting di Swiss awal bulan ini. Bersama lima orang anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, Amerika Serikat) dan Jerman, kami sepakat untuk melenyapkan semua keraguan terkait tujuan damai program nuklir Iran dan pencabutan semua sanksi terhadap Iran,” kata Mohammad Javad Zarif dalam pesannya yang dipublikasikan oleh kantor berita IRNA, Senin (20/4).

Ia menambahkan bahwa untuk menyegel kesepakatan antisipasi nuklir, diperlukan kemauan politis yang tinggi.

“Iran telah menunjukan penyelesaiannya dengan memilih untuk melibatkan martabat,” kata Zarif. “Tiba waktunya bagi Amerika dan sekutu Barat untuk memilih antara kerja sama atau konfrontasi, antara negosiasi atau berlagak sok, antara kesepakatan atau hukuman.”

“Iran sudah menjelaskan, hubungan baik dengan tetangga merupakan prioritas utama,” tambah Zarif.

Menurut Zarif, isu nuklir tersebut merupakan tanda, bukan penyebab, ketidakpercayaan dan konflik dengan Barat.

Bagaimana perkembangan dunia terkini? Baca selengkapnya. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.