Delegasi Rusia Hadiri Forum Ekonomi Dunia untuk Asia Timur di Indonesia

Para pemimpin perusahaan terbesar di dunia akan mendiskusikan beragam masalah regional saat ini yang berkaitan dengan perubahan global.

Wakil Perdana Menteri Rusia Arkady Dvorkovich. Foto: Fauzan Al-Rasyid/RBTH Indonesia

Forum Ekonomi Dunia Asia Timur digelar di Indonesia sejak Minggu (19/4) hingga Selasa (21/4). Forum tersebut diikuti oleh lebih dari 700 delegasi dari 40 negara.

Dalam forum tersebut, para pemimpin perusahaan terbesar di dunia mendiskusikan masalah regional saat ini berkaitan dengan perubahan global, yakni menurunnya pengaruh AS dan meningkatnya peran Rusia dan Tiongkok di pasar dunia, serta berkembangnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap bisnis dan negara.

Wakil Perdana Menteri Rusia Arkady Dvorkovich memimpin delegasi dari Rusia, demikian disampaikan sumber dari Kedutaan Rusia di Indonesia pada TASS. Menteri Pengembangan Timur Jauh Alexander Galushka juga bergabung dalam delegasi dari Rusia, begitu pula perwakilan dari perusahaan Rusal dan En+Group.

Topik utama diskusi mencakup pertanian, pasar pangan, perdagangan, dan teknologi mutakhir. Beberapa isu global juga akan menjadi bagian dari agenda forum.

"Kita memasuki era di mana kita dapat melihat akhir dari dominasi AS di dunia. Sementara pengaruh negara seperti Rusia dan Tiongkok akan terus meningkat," kata John Riadi, Wakil Kepala Forum Ekonomi Dunia untuk Asia Timur sekaligus Direktur Lippo Group, salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia.

Menurut John, perubahan geopolitik membawa tantangan baru, termasuk tantangan ekonomi yang tak bisa diabaikan. Tren global lain, lanjut John, adalah masalah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap negara dan bisnis.

"Banyak masyarakat yang tak percaya bahwa pemerintah telah melakukan segala hal yang perlu dilakukan. Masyarakat tak percaya bahwa dekade mendatang akan lebih baik dibanding dekade lalu. Orang tak percaya pada bisnis maupun pasar," kata John. Ia menambahkan bahwa rendahnya kepercayaan global merupakan akar masalah dari ketidakstabilan ekonomi dan politik.

Delegasi Forum Ekonomi Dunia juga akan mendiskusikan perubahan yang terjadi sehubungan didirikannya Komunitas Ekonomi ASEAN yang bertujuan membentuk pasar barang dan tenaga kerja bersama di sepuluh negara kunci. Komunitas Ekonomi ini diperkirakan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

Pertemuan meja bundar dan negosiasi di balik pintu pun dilakukan di sela forum pada Minggu (19/4). Presiden Indonesia Joko Widodo akan memberi pidato pada sesi pleno pada Senin (20/4).

Forum Ekonomi Dunia Asia Timur diselenggarakan di Jakarta untuk kedua kalinya sejak 2011. Selain membicarakan Asia Timur, pertemuan ini juga memfasilitasi konferensi untuk Eropa Tengah dan Timur, Timur Tengah, serta Afrika Utara. Konferensi ini akan diteruskan di Davos, resort ski Alpine yang terkenal di dunia, serta mempertemukan semua orang-orang paling berpengaruh di dunia: kepala negara dan pemerintahan, para pebisnis dunia, ilmuwan dan ekonom terkemuka, serta pakar politik selama beberapa hari.

Bagaimana perkembangan kerja sama Rusia dan Indonesia? Baca selengkapnya. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.