Rusia-Palestina Diskusikan Prospek Kerja Sama Bilateral dan Situasi Timur Tengah

Perdagangan bilateral dua Rusia dan Palestina meningkat hingga 80 persen pada 2014.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mendiskusikan masalah regional dalam pertemuan di Moskow hari ini, demikian disampaikan oleh layanan pers Kremlin pada Senin (13/4).

“Rusia dan Palestina akan bertukar pikiran terkait situasi saat ini di Timur Tengah dan Afrika Utara, dengan menekankan pada penyelesaian konflik di Timur Tengah, situasi di Suriah, Irak, dan Yaman,” terang pernyataan tersebut.

Selain itu, kedua negara juga akan membicarakan kerja sama perdagangan dan ekonomi. Perdagangan antara kedua negara telah meningkat hingga 80 persen pada 2014 dan mencapai 1,5 juta dolar AS. Kelompok kerja untuk konsultasi ekonomi dan investasi dibentuk pada Mei 2013, telah membantu tercapainya kesepakatan untuk menciptakan komisi antarparlemen Rusia-Palestina dalam kerja sama perdagangan dan ekonomi. “Kesepakatan tersebut akan ditandatangani dalam pertemuan ini,” terang pihak Kremlin.

Moskow juga mencatat pertumbuhan dalam pengembangan kemanusiaan. “Rusia akan memfasilitasi Palestina untuk memiliki personel militer yang berkualitas. Dalam tahun ajaran 2014/2015, 207 orang warga Palestina terdaftar di institusi pendidikan Rusia. Secara umum, lebih dari 500 penduduk Palestina saat ini belajar di Rusia,” lanjut pernyataan tersebut. “Dalam kuartal kedua tahun ini, rencananya kami akan menyelesaikan pembangunan pusat multifungsi di Bethlehem, yang terletak di Jalan Putin.”

Terdapat pula prospek kerja sama dalam bidang pariwisata. Menurut Kremlin, jumlah warga Rusia yang mengunjungi tempat suci di Palestina terus bertambah. Lebih dari 400 ribu turis Rusia mengunjungi Palestina tahun lalu.

Dalam kunjungan Abbas ke Moskow, sang presiden Palestina akan bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Patriarch Kirill, dan Mufti Besar Rusia Raqil Gaynetdin.

Sebelumnya, Abbas melakukan kunjungan resmi ke Rusia pada Maret 2013 dan kunjungan kerja pada Januari dan Juni 2014.

Baca selengkapnya mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah. >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.