Wamenhan Rusia: NATO Butuh Krisis Ukraina untuk Tunjukan Eksistensi

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov menilai, sekutu akan terus mencari alasan untuk mengendalikan Rusia, bahkan jika krisis Ukraina tak pernah terjadi.

Aliansi Atlantik Utara membutuhkan konflik di Ukraina untuk menunjukan eksistensinya, demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov, Kamis (9/4).

“Kami mengerti bahwa NATO sekarang ini butuh wadah untuk menunjukan fungsi kehadirannya,” kata Antonov pada stasiun televisi Rossiya-24.

“Jika tak ada Ukraina, pasti ada alasan lain untuk mengendalikan Rusia, untuk mencari musuh baru dan menunjukan bahwa semua orang butuh NATO,” kata Antonov. Ia menyebut bahwa krisis politik di Eropa yang membuat NATO bisa bertahan.

Antonov menepis pernyataan NATO bahwa Rusia saat ini 'berdiri di ambang pintu sekutu'. Ia menambahkan bahwa Rusia tak peduli pada latihan NATO yang dilakukan dekat perbatasan Rusia.

Selain itu, Antonov mengecam Barat karena mencoba untuk mendistorsi informasi pada tentara Rusia. Sang pejabat militer menyebutkan bahwa Barat menggunakan segala cara untuk menggangu perkembangan tentara Rusia. "Patut disayangkan, Barat melakukan segala cara dilakukan untuk mendistorsi proses yang berlangsung di Angkatan Bersenjata Rusia,” kata Antonov dalam wawancara bersama stasiun televisi Rossiya-24.

Ia menambahkan, perang informasi telah dimulai lama sebelum peristiwa di Ukraina, dan Rusia terlibat di dalamnya.

Baca selengkapnya mengenai hubungan Rusia dan NATO. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.