Wamenhan Rusia: Penerbangan Pesawat Pengebom Bertujuan Demonstrasikan Kemampuan Pertahanan Rusia

Menurut Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov, penerbangan pesawat pembom Rusia merupakan hal yang umum dilakukan dan Rusia tak pernah melanggar peraturan internasional.

Penerbangan reguler pesawat pengebom strategis Rusia di wilayah internasional telah sesuai dengan peratauran yang berlaku dan penerbangan tersebut bertujuan mendemonstrasikan kemampuan Angkatan Bersenjata Rusia, demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov, Kamis (9/4).

Sang pejabat militer papan atas tersebut menyebutkan, penerbangan pesawat pengebom Rusia merupakan “praktik umum dan kami tak pernah melanggar peraturan internasional.”

“Faktanya, kami mendemonstrasikan kemampuan yang dimiliki Angkatan Bersenjata Rusia,” kata Antonov dalam wawancara dengan saluran televisi Rusia Rossiya-24.

“Kami kembali melakukan latihan penerbangan reguler untuk menyiapkan pasukan kami dalam menjalankan tugas yang harus mereka hadapi,” tambahnya.

Pada Februari, pesawat pengebom strategis Tu-95MS yang (julukan NATO: Bear) melakukan penerbangan di atas Laut Barents dan Laut Norwegia, serta bagian timur-laut Samudra Atlantik.

Secara khusus, mereka melakukan latihan operasi pengisian bahan bakar di udara. Dilaporkan sebelumnya pesawat tersebut juga didampingi oleh pesawat tempur Inggris Typhoon.

Bulan lalu, Rusia kembali menggelar latihan kesiapan tempur dadakan yang juga melibatkan pesawat pembom strategis Angkatan Udara Rusia. Latihan strategis komando dan staf serta inspeksi mendadak kesiapan tempur pasukan itu dilakukan pada 16-21 Maret.

Inspeksi dadakan tersebut dimulai oleh Armada Utara, unit dan formasi Distrik Militer Barat dan Pasukan Udara, kemudian diperluas ke pasukan di wilayah lainnya. Latihan tersebut melibatkan 80 ribu pasukan, sepuluh ribu peralatan militer, 65 kapal tempur, 15 kapal selam, serta lebih dari 200 pesawat dan helikopter.

Suka dengan dunia militer? Cari tahu lebih banyak di bagian Militer. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.