Tentara Rusia Akan Terima Lebih dari 130 Pesawat Tempur MiG-31BM yang Telah Diperbaharui

Sebanyak 24 pesawat telah dikirim ke pasukan Rusia. Modifikasi tersebut diperkirakan dapat memperpanjang umur MiG-31BM hingga 50 tahun.

Tentara Rusia akan menerima lebih dari 130 pesawat pencegat MiG-31B yang telah diperbaharui, demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov, Kamis (9/4).

Saat ini, 24 pesawat telah diterima oleh pasukan tempur Rusia.

“Setelah modernisasi pesawat tempur MiG-31, kami berharap akan menerima lebih dari 130 pesawat semacam ini untuk pasukan kami. Pesawat ini memiliki karakteristik teknis yang sangat luar biasa,” kata Borisov. Menurut Borisov, sekitar 12-13 pesawat akan dimodernisasi setiap tahunnya.

Kontrak pertama modernisasi MiG-31 ditandatangani pada 2011. Dalam kontrak tersebut tertulis industri harus memasok lebih dari 50 pesawat untuk Angkatan Udara Rusia hingga 2019. Pada musim gugur 2014, kontrak tambahan menyebutkan pesanan lebih dari 50 pesawat tempur MiG-31BM. Pesawat tersebut akan dikirim ke tentara pada akhir 2018.

Usia Diperpanjang 50 Tahun

Borisov menyebutkan, dengan modifikasi tersebut masa penggunaan MiG-31BM mungkin akan diperpanjang hingga 50 tahun.

“Melalui modifikasi, kita dapat menghembuskan nafas kehidupan baru pada pesawat ini. Sekarang ini, setelah modifikasi, pesawat MiG-31 BM dapat mengabdi untuk 40-45 tahun ke depan. Tapi itu bukan batasan. Saya percaya ada cara untuk memperpanjang usianya hingga 50 tahun, dan itu sedang dipertimbangkan,” kata Borisov.

Wakil menteri juga menyebutkan bahwa pesawat tempur yang telah dimodernisasi akan memiliki sistem avionik dan radar baru, sementara badan pesawat dan bagian roda pesawat akan diganti seluruhnya.

Namun ia menegaskan, modernisasi MiG-31 hanya akan memperpanjang umurnya, bukan memulihkan produksinya. Sang wakil menteri menyebutkan, kelanjutan produksi pesawat pencegat itu sedang diperdebatkan. “Dalam situasi ekonomi saat ini, langkah untuk memproduksi kembali pesawat tersebut sangat tidak bijak dan tidak menguntungkan,” ujarnya.

Kepala Komandan Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev sebelumnya menyebutkan bahwa militer berencana menggunakan jet MiG-31 hingga 2030. Pada 2013 ia meminta agar industri merancang pesawat tempur baru untuk menggantikan pesawat pencegat ini sebelum program persenjataan nasional berakhir.

Suka dengan dunia militer? Cari tahu lebih banyak di bagian Militer. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.