Rusia Berencana Tingkatkan Impor Ikan dari Indonesia

Rusia dan Indonesia tertarik meningkatkan kerja sama di bidang agrikultur.

Rusia dan Indonesia tertarik meningkatkan kerja sama di bidang agrikultur. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pertanian Rusia Nikolay Fedorov dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Sofyan Djalil dalam Sidang Komisi Bersama Indonesia dan Rusia Ke-10 di Kazan, Republik Tatarstan, Rabu (9/4). 

Dalam pertemuan tersebut, Fedorov juga membahas kemungkinan untuk ditingkatkannya ekspor produk hasil laut Indonesia ke Rusia. Sementara, Rusia dapat mengekspor biji-bijian, daging sapi, kambing, ayam, dan produk daging lainnya ke Indonesia. Nantinya, lembaga terkait dari kedua negara akan memastikan proses komunikasi dan kerja sama tersebut, serta bertanggung jawab dalam menjamin keamanan produksi agraria dari kedua negara. 

Sebelumnya, pada Juli 2013 silam Lembaga Pengawasan Sanitasi dan Veteriner Rusia Rosselkhoznadzor memberlakukan larangan sementara terhadap impor produk ikan dan hasil laut dari Indonesia ke Rusia. Produk perikanan yang selama ini diekspor ke Rusia berupa udang dan ikan beku.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit yang melarang atau membatasi impor produk peternakan, bahan mentah, dan makanan dari negara pemberi sanksi ke Rusia pada Agustus 2014 silam. 

Larangan impor tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi tim Rosselkhoznadzor dan Custom Union (Serikat Pabean) pada Desember 2012 terhadap 15 perusahaan Indonesia yang mengekspor produknya ke Rusia. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, ditemukan beberapa kesalahan dalam proses produksi, seperti kurangnya sertifikasi dan dokumen pendukung yang dibutuhkan. Karena alasan itu, Rusia memberlakukan larangan impor produk laut dari Indonesia untuk sementara.

Namun, Pemerintah Rusia telah mencabut larangan impor produk hasil laut dari Indonesia sejak 17 September 2014 lalu.

Baca juga: Rusia Kembali Tawarkan Pengembangan Teknologi Nuklir kepada Indonesia >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.