Parlemen Rusia: Merkel Tak Hadiri Perayaan Hari Kemenangan di Moskow Untuk Menyenangkan AS

Keputusan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk tidak menghadiri perayaan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei di Moskow adalah langkah yang kontroversial, demikian disampaikan pejabat politik senior Rusia, Rabu (8/4).

“Penolakan Angela Merkel untuk datang pada tanggal 9 Mei menimbulkan pertanyaan,” kata Kepala Komite Hubungan Internasional di Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Alexey Pushkov. "Apa maksudnya? Upaya untuk menulis ulang sejarah? Hingga kini pemimpin Jerman ingin abstain dalam kegiatan seperti ini,” kata Pushkov dalam sebuah konferensi pers di Moskow.

Menurut Pushkov, keputusan Merkel tersebut berkaitan dengan situasi politik saat ini. Pushkov menyebutkan keputusan ini dibuat untuk menyenangkan Amerika Serikat. “Saya rasa dalam kasus ini dapat dikatakan Merkel mengambil langkah taktis, dengan menolak datang pada tanggal 9 Mei, tapi pada 10 Mei ia akan mengunjungi Moskow untuk menaruh bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal (memorial Perang Dunia II),” ujar Pushkov.

Pada Rabu (11/3) lalu, juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert menyampaikan keputusan Merkel untuk tidak menghadiri Parade Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei mendatang. Ia menyebutkan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan situasi di Ukraina timur dan reunifikasi Krimea dengan Rusia.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Rusia Sergey Ivanov menyatakan bahwa sejauh ini 25 pemimpin dunia telah mengonfirmasi kehadirannya dalam parade yang akan digelar di Moskow tersebut. “Beberapa pemimpin masih belum memutuskan, jadi kami baru bisa mengumumkan siapa saja yang akan hadir dalam Parade Hari Kemenangan pada awal Mei nanti. Sejauh ini, sudah ada 25 pemimpin dunia dan kepala organisasi internasional yang telah mengonfirmasi akan datang ke Moskow. Selain itu, setidaknya ada sepuluh unit tentara asing yang akan mengikuti parade," kata Ivanov.

Baca lebih lanjut mengenai Hari Kemenangan Rusia. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.