Belanda Publikasikan 575 Dokumen Baru Terkait Kecelakaan MH17

Dokumen tersebut dikeluarkan setelah beberapa media Belanda mengajukan banding pada pemerintah, mengutip pasal "Kebebasan Mendapatkan Informasi".

Belanda telah memublikasikan lebih dari 500 dokumen baru terkait kecelakaan pesawat MH17 untuk memenuhi permintaan "Kebebasan Mendapatkan Informasi" yang diajukan oleh beberapa media, demikian dilaporkan The Dutch NL Times.

Dokumen tersebut dipublikasikan setelah media Belanda Dutch NOS, RTL Nieuws, dan Volkskrant mengajukan banding pada pemerintah terkait "Kebebasan Mendapatkan Informasi". Sebanyak 575 dokumen telah dipublikasikan oleh pemerintah Belanda, namun masih ada sekitar 150 dokumen yang masih dirahasiakan. Sebagian besar dokumen berisi percakapan surat elektronik National Crisis Core Team, lembaga penanggulangan krisis yang dibentuk segera setelah terjadi kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17.

Surel tersebut berisi percakapan yang mendiskusikan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan keluarga korban, menyampaikan ucapan belasungkawa, serta penetapan periode berkabung nasional. Terdapat pula dokumen yang fokus pada laporan mengenai masker oksigen yang diduga ditemukan terpasan pada salah seorang penumpang. Surel tersebut menetapkan perlunya uji forensik untuk mengetahui apakah masker tersebut benar-benar digunakan.

Pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines mengalami kecelakaan di wilayah Ukraina timur pada 17 Juli 2014 lalu dan menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 298 orang. Hingga saat ini, belum diketahui dengan jelas apa penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Kiev menuduh para pejuang pro-kemerdekaan Ukraina timur yang menembak jatuh pesawat itu menggunakan misil Buk buatan Rusia, namun pihak Rusia menyangkal tuduhan tersebut. Sementara,Kiev juga tak punya bukti atas tuduhan yang mereka sampaikan. 

Laporan investigasi akhir mengenai kecelakaan MH17 akan dipublikasikan oleh Dewan Keamanan Belanda pada pertengahan 2015.

Ingin tahu lebih banyak mengenai perkembangan penyelidikan kecelakaan Malaysia Airlines? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.