Perdana Menteri Thailand: Kami Tertarik Beli Senjata Rusia

Perdana menteri menyebutkan, bidang aviasi menjadi area kerja sama yang paling menjanjikan.

Thailand tertarik melakukan kerja sama militer dan teknis dengan Rusia, demikian disampaikan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dalam wawancara eksklusif bersama Wakil Direktur TASS Mikhail Gusman, sehubungan dengan kunjungan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev ke Bangkok pada 7-8 April mendatang.

Industri pertahanan Rusia saat ini berada di level yang sangat tinggi. Rusia selalu menjadi salah satu produsen senjata dan perlengkapan militer terbaik di dunia. Kami tertarik untuk membeli senjata Anda (Rusia),” kata Chan-o-cha, mantan Kepala Komandan Angkatan Bersenjata Royal Thai. "Kerja sama militer dan teknis merupakan bidang yang sangat penting dalam hubungan kita,” tambahnya.

Aviasi merupakan area kerja sama yang paling menjanjikan, ujar Chan-o-cha. “Kami tidak memproduksi pesawat kami sendiri, padahal di bidang aviasi persaingan sangatlah ketat. Semua hal terjadi dengan sangat cepat, sehingga kita sangat mudah untuk tertinggal di belakang (negara lain). Kami butuh pesawat, termasuk pesawat militer, serta pesawat dan helikopter untuk memadamkan kebakaran,” kata Chan-o-cha.

Rusia sendiri saat ini sedang gencar melebarkan sayap ke pasar Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara. Indonesia pun tak ketinggalan menunjukan ketertarikannya untuk membeli teknologi militer Rusia. Direktur pabrik senjata Rusia Rosoboronexport Sergei Goreslavsky menyebutkan, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu telah mengonfirmasi ketertarikannya untuk membeli pesawat Rusia Su-35 bagi Angkatan Udara Indonesia saat menghadiri pameran senjata LIMA 2015 di Langkawi, Malaysia, akhir Maret lalu.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.