Uji Coba Tahap Akhir Peluncuran Misil Balistik RS-26 Rubezh Berlangsung Sukses

Misil Rubezh yang didesain berdasarkan rancangan misil RS-24 Yars ini akan bergabung dengan militer Rusia tahun ini.

Uji coba tahap akhir peluncuran misil balistik antarbenua RS-26 yang dilakukan pada pertengahan Maret lalu berlangsung sukses, demikian disampaikan pejabat senior di Moscow Institute of Thermal Technology pada TASS, Selasa (31/3).

"Ya, peluncuran tersebut berjalan dengan sempurna, " kata Vladimir Georgiyevsky, asisten perancang umum di lembaga tersebut.

Misil antarbenua terbaru milik Rusia, RS-26 Rubezh, merupakan hasil pengembangan terbaru industri pertahanan Rusia. Proyek ini sangat dirahasiakan, sehingga hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai misil ini. Rubezh, atau yang juga dikenal sebagai Avangard, merupakan misil masa depan yang diciptakan berdasarkan misil RS-24 Yars yang saat ini sudah melengkapi perbendaharaan senjata Pasukan Rudal Strategis Rusia. Rencananya, RS-26 Rubezh akan mulai menjalankan misi tempur di militer Rusia pada 2015.

Misil berbahan bakar padat ini dilengkapi dengan hulu ledak terpisah. Kuantitas dan bobot hulu ledak yang dapat diangkut oleh misil ini masih belum diketahui. Namun, mengingat misil ini merupakan versi modern dari misil Yars—yang masuk dalam keluarga misil Topol-M—maka diperkirakan Rubezh dibuat untuk mengangkut misil dengan bobot minimal 60 ton. Misil ini hanya akan tersedia dalam versi bergerak, dan kemungkinan kelak akan digunakan untuk menggantikan sistem misil Topol yang mulai menua.

Sebelumnya, uji coba dilakukan secara rahasia, meski pada 2013 informasi mengenai uji coba misil MS-26 di situs uji coba Kapustin Yar bocor ke media. Ketika itu, Staf Jenderal menjelaskan bahwa uji coba tersebut merupakan peluncuran keempat Rubezh.

Berdasarkan keterangan Kolonel Jendral Zarudnitsky, misil baru ini memiliki perlengkapan tempur mutakhir, dan lebih unggul dari segi kapasitas serta karakteristik manuver dibanding sistem pertahanan rudal sebelumnya.

Salah seorang narasumber di Staf Jenderal Rusia menyebutkan misil RS-26 Rubezh pertama akan ditempatkan di divisi misil Irkutsk, Siberia.

Suka dengan dunia militer? Cari tahu lebih banyak di bagian Militer. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.